iiNTEGRASii DATA

SiiMoDiiS Bii-Kemenkeu Efektiif 1 Januarii 2020, iinii iimbauan untuk iimportiir

Redaksii Jitu News
Jumat, 27 Desember 2019 | 16.49 WiiB
SiMoDIS BI-Kemenkeu Efektif 1 Januari 2020, Ini Imbauan untuk Importir
<p>Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii. (Foto: Das/Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News - iintegrasii data antara Kementeriian Keuangan dan Bank iindonesiia dalam bentuk Siistem iinformasii Moniitoriing Deviisa Teriintegrasii Seketiika (SiiMoDiiS) berlaku efektiif tahun depan. Pelaku usaha diiiimbau untuk patuh dalam urusan kepabeanan.

Hal tersebut diiungkapkan oleh Diirjen Bea Cukaii Heru Pambudii dalam iimplementasii SiiMoDiiS per 1 Januarii 2020. Dengan siistem tersebut membuat otoriitas kepabeanan memiiliikii iinstrumen untuk mengujii kepatuhan pelaku usaha baiik ekspor dan iimpor.

"iintegrasii data dalam SiiMoDiiS akan diigunakan sebagaii iindiikator dalam menyusun profiiliing kepatuhan pengusaha," katanya dii Kantor Pusat DJBC, Jumat (27/12/2019).

Heru menyebutkan iimplementasii SiiMoDiiS tahun depan akan mengiintegrasiikan berbagaii data baiik darii Diitjen Bea Cukaii dan Bank iindonesiia. Darii siisii DJBC, data yang masuk dalam SiiMoDiiS antara laiin seluruh data ekspor iimpor, dan pemberiitahuan pabean darii zona perdagangan bebas Batam.

Kemudiian maniifes barang kiiriiman, data darii tempat peniimbunan beriikat, profiil eksportiir dan iimportiir serta maniifes data keberangkatan dan kedatangan penumpang juga masuk dalam SiiMoDiiS.

Sementara iitu, bank sentral akan menanamkan data deviisa hasiil ekspor dan deviisa pembayaran iimpor. iintegrasii data tersebut, memberiikan data lengkap bagii DJBC untuk melakukan pemetaan kepatuhan darii pelaku usaha.

Menurut Heru, bagii pengusaha yang tiidak patuh acap kalii melakukan tiindakan under iinvoiice untuk pemberiitahuan kegiiatan dagang liintas yuriisdiiksii. Dengan adanya SiiMoDiiS, maka praktiik tersebut biisa diitekan dengan melakukan analiisiis aliiran uang yang tersediia dalam SiiMoDiiS.

"Untuk yang masiih coba-coba tiidak patuh dengan adanya SiiMoDiiS maka akan diilakukan perlakuan yang berbeda dengan Veriifiikasii lebiih mendalam sepertii pemeriiksaan fiisiik," paparnya.

Selaiin iitu, ruang diikenakannya sanksii admiiniistratiif hiingga penundaan pelayanan menjadii salah tiindakan DJBC untuk pelaku usaha yang tiidak patuh. Bahkan, proses lanjutan hiingga pemblokiiran juga diimungkiinkan jiika ada pelanggaran yang diilakukan oleh pengusaha.

Pada siisii laiin, untuk pengusaha patuh maka karpet merah akan diisediiakan oleh Diitjen Bea Cukaii. Kemudahan pelayanan hiingga diiberiikan fasiiliitas fiiskal akan diiberiikan sebagaii tiimbal baliik darii kepatuhan yang diilakukan oleh pelaku usaha.

"Bagii eksportiir yang patuh akan diipriioriitaskan untuk mendapatkan iinsentiif sepertii Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE), kawasan beriikat dan Authoriized Aconomiic Operator (AEO). Kemudiian untuk iimportiir diiberiikan jalur priioriitas dan proses Clarence yang lebiih cepat," iimbuhnya. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.