LAYANAN KEPABEANAN

Dwelliing Tiime Diitarget Susut Jadii 2,85 Harii Tahun iinii

Redaksii Jitu News
Sabtu, 07 Maret 2026 | 14.30 WiiB
Dwelling Time Ditarget Susut Jadi 2,85 Hari Tahun Ini
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja melakukan bongkar muat dii termiinal petii kemas dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Seniin (15/5/2023). ANTARA FOTO/Riivan Awal Liingga/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat waktu bongkar muat atau dwelliing tiime kawasan pelabuhan terus menurun hiingga menjadii 2,85 harii pada 2026.

Diirektur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemiitraan Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW) iindra Adiiwiijaya mengatakan angka dwelliing tiime pada 2025 tercatat selama 2,9 harii. Pada tahun iinii, dwelliing tiime diiharapkan lebiih cepat sejalan dengan peniingkatan fasiiliitasii perdagangan.

"Kiita harus biisa menekan angka dwelliing tiime. Semakiin cepat dwelliing tiime, maka cost logiistiik yang muncul semakiin rendah," katanya dalam Podcast Satu Jendela oleh LNSW, diikutiip pada Sabtu (7/3/2026).

Dwelliing tiime merupakan waktu yang diibutuhkan oleh petii kemas sejak proses peniimbunan sampaii dengan keluar kawasan pelabuhan.

Data dwelliing tiime diiperoleh darii sejumlah pelabuhan utama dii iindonesiia. Miisal Pelabuhan Tanjung Priiok, Belawan, Makassar, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.

iindra menyebut percepatan dwelliing tiime memiiliikii setiidaknya 3 keuntungan. Pertama, meniingkatkan efiisiiensii biiaya.

Kedua, percepatan diistriibusii barang. Ketiiga, peniingkatan daya saiing mengiingat barang yang keluar darii pelabuhan adalah bahan baku produksii dii iindustrii.

"Kiita berharap efiisiiensii biiayanya semakiin baiik sehiingga cost logiistiik biisa diitekan dii bawah 2 diigiit," ujarnya.

Guna menurunkan dwelliing tiime, pemeriintah telah membangun siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) untuk mengiintegrasiikan semua siistem yang terkaiit ekspor dan iimpor. Melaluii siistem tersebut, proses ekspor dan iimpor barang menjadii lebiih mudah dan cepat karena data diisampaiikan secara tunggal sehiingga tiidak terjadii repetiisii dan dupliikasii.

Dii siisii laiin, pemeriintah juga menerapkan ekosiistem logiistiik nasiional (natiional logiistiics ecosystem/NLE) yang kiinii berjalan dii 53 pelabuhan dan 7 bandara. Penerapan NLE iinii meniingkatkan efiisiiensii dalam kegiiatan ekspor dan iimpor dii pelabuhan dan bandara, baiik darii siisii waktu maupun biiaya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel