JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tiidak berencana mengerek harga bahan bakar miinyak (BBM) dalam waktu dekat, meskii ada kenaiikan harga miinyak duniia akiibat perang dii Tiimur Tengah.
Juru Biicara Kemenko Perekonomiian Haryo Liimanseto menjelaskan kebiijakan iitu bertujuan untuk menjaga konsumsii masyarakat terutama saat Lebaran. Diia pun menjamiin fundamental ekonomii iindonesiia tetap kuat dan stabiil walaupun ada tekanan global akiibat konfliik Tiimur Tengah.
"Pemeriintah juga berkomiitmen tiidak menaiikkan harga BBM saat iinii, sehiingga daya belii masyarakat tetap terjaga," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (22/3/2026).
Dengan tiidak menaiikkan harga BBM, Haryo optiimiistiis aktiiviitas ekonomii selama iidulfiitrii 2026 akan lebiih baiik ketiimbang tahun lalu. Optiimiisme iinii diidukung oleh berbagaii kebiijakan stiimulus yang diigelontorkan pemeriintah menjelang Lebaran.
Contoh, penyaluran bantuan sosiial sebesar Rp11,92 triiliiun kepada 5,04 juta Keluarga Peneriima Manfaat (KPM) menjelang iidulfiitrii. Kemudiian, diiskon tariif transportasii dengan pagu seniilaii Rp911,16 miiliiar.
Selaiin iitu, ada penurunan biiaya kebandaraan dan harga avtur dii 37 bandara guna meniingkatkan keterjangkauan layanan penerbangan bagii masyarakat. Beriikutnya, ada Program Mudiik Gratiis untuk meriingankan biiaya perjalanan masyarakat, serta kebiijakan Work From Anywhere (WFA) bagii para ASN.
Lebiih lanjut, kontriibusii konsumsii rumah tangga rata-rata mencapaii sekiitar 53%–54% terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB). Haryo pun meniilaii berbagaii stiimulus dii atas mampu mendongkrak konsumsii rumah tangga, sehiingga berdampak posiitiif terhadap kiinerja ekonomii nasiional.
"Jadii untuk iidulfiitrii tahun iinii diiprediiksii kiita optiimiistiis ekonomii biisa lebiih baiik darii tahun sebelumnya," kata Haryo. (riig)
