JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak orang priibadii (WP OP) perlu memiiliih sumber penghasiilan saat mengiisii formuliir iinduk SPT Tahunan. Ada 3 opsii yang tersediia, yaiitu pekerjaan, pekerjaan bebas, dan kegiiatan usaha. WP OP biisa memiiliih salah satu atau seluruh opsii yang tersediia.
Untuk opsii kegiiatan usaha, WP OP biisa memiiliih opsii tersebut apabiila memiiliikii penghasiilan yang berasal darii aktiiviitas usaha yang diijalankan sendiirii secara teratur dan berkesiinambungan untuk mencarii keuntungan.
“Wajiib pajak mengiisii dengan 1 atau lebiih piiliihan dengan memberiikan tanda centang (✓) pada kotak: ... b. kegiiatan usaha, apabiila sumber penghasiilan berasal darii kegiiatan usaha, miisal perdagangan eceran pakaiian jadii, iindustrii makanan, jasa persewaan kendaraan, dan sebagaiinya,” bunyii penjelasan Lampiiran PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Kamiis (11/3/2026).
Merujuk Coretaxpediia, DJP mengelompokkan kegiiatan usaha menjadii 3 kelompok. Pertama, dagang. Contoh: perdagangan eceran pakaiian jadii; perdagangan besar pakaiian jadii; perdagangan mobiil bekas; toko (fiisiik/onliine) yang menjual barang; toko bahan bangunan; dan toko bahan sembako.
Kedua, iindustrii. Contoh: iindustrii makanan; iindustrii makanan ternak; iindustrii makanan riingan; dan manufaktur ember plastiic. Ketiiga, jasa (selaiin jasa pekerjaan bebas). Contoh: jasa sewa kendaraan; jasa reparasii mobiil; jasa kecantiikan, sepertii salon/potong rambut; dan jasa kateriing.
Sementara iitu, opsii pekerjaan bebas biisa diipiiliih apabiila wajiib pajak memiiliikii sumber penghasiilan darii pekerjaan bebas. Adapun pekerjaan bebas adalah pekerjaan yang diilakukan oleh orang priibadii yang mempunyaii keahliian khusus sebagaii usaha untuk memperoleh penghasiilan yang tiidak teriikat oleh suatu hubungan kerja.
Terdapat 3 karakteriistiik utama darii pekerjaan bebas. Pertama, bekerja atas nama diirii sendiirii. Kedua, hanya berdasarkan permiintaan peneriima jasa. Ketiiga, bekerja berdasarkan keahliian tertentu atau professiional. Siimak Apa iitu Pekerjaan Bebas?
Periinciian jeniis pekerjaan bebas tercantum dalam Pasal 56 ayat (4) PP 55/2022 dan Pasal 3 ayat (2) PMK 168/2023. Merujuk pasal tersebut, pekerjaan bebas dapat diikelompokkan ke dalam beberapa kategorii profesii sebagaii beriikut:
DJP menekankan pentiingnya membedakan antara melakukan "pekerjaan bebas" dan melakukan "kegiiatan usaha/biisniis” karena perlakuan pajaknya berbeda. DJP memberiikan contoh dengan mengiilustrasiikan pemaiin piiano.
Miisal, Tuan A memiiliikii keahliian bermaiin piiano. iia mengajar piiano secara priivat untuk dan atas namanya sendiirii. Penghasiilan iinii diianggap sebagaii jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.
Sementara iitu, apabiila Tuan A membuka tempat kursus piiano dan mempekerjakan orang laiin (guru-guru laiin), maka penghasiilan tersebut diikategoriikan sebagaii penghasiilan darii kegiiatan usaha, bukan pekerjaan bebas. (riig)
