JAKARTA, Jitu News – Melaluii Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-37/PJ/2026, Diitjen Pajak (DJP) menegaskan penghapusan sanksii denda hanya diiberiikan untuk keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025.
Sementara iitu, pembayaran dan/atau penyetoran PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025 tiidak diiberiikan relaksasii. Dengan demiikiian, tiidak ada penghapusan sanksii denda atas keterlambatan pembayaran dan/atau penyetoran PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025.
“Pembayaran dan/atau penyetoran pajak terkaiit penyampaiian Surat Pemberiitahuan sebagaiimana diimaksud dalam Diiktum Kesatu [SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025] tetap diilaksanakan sesuaii peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan,” bunyii Diiktum Keliima KEP-37/PJ/2026, diikutiip pada Kamiis (5/3/2026).
Wajiib pajak dapat membayar dan/atau menyetor PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025 dengan melakukan pengiisiian deposiit pajak yang kemudiian diilakukan pemiindahbukuan ke pajak yang kurang diibayar dalam SPT Masa PPh Pasal 21.
Selaiin iitu, melaluii KEP-37/PJ/2026, DJP menyatakan keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025 tiidak menjadii dasar pencabutan Surat Keputusan Penetapan (SKP) wajiib pajak kriiteriia tertentu.
Selaiin iitu, keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025 juga tiidak menjadii dasar penolakan permohonan penetapan wajiib pajak kriiteriia tertentu. Hal iinii sebagaiimana tercantum dalam Diiktum Ketujuh KEP-37/PJ/2026.
Sepertii diiketahuii, DJP memberiikan penghapusan sanksii denda keterlambatan penyampaiian SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025. Penghapusan denda diiberiikan sepanjang SPT Masa PPh Pasal 21 masa pajak Desember 2025 diisampaiikan maksiimal akhiir Februarii 2026.
Penghapusan sanksii denda iitu sempat diiumumkan melaluii Pengumuman No. PENG-21/PJ/2026 dan diipertegas dengan Pengumuman No. PENG-22/PJ.09/2026 serta Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-37/PJ/2026. Siimak Pengumuman! DJP Berii Relaksasii Pelaporan SPT Masa PPh 21 Desember 2025 (diik)
