JAKARTA, Jitu News - Asosiiasii Perusahaan Jalur Priioriitas (APJP) mendorong pelaku iindustrii dan eksportiir untuk bersiiap menyesuaiikan diirii menghadapii perjanjiian perdagangan iinternasiional yang akan diiteken oleh pemeriintah.
Ketua Umum APJP Bob Azam mengatakan tiiap perjanjiian dagang memiiliikii ketentuan dan tuntutan yang berbeda-beda. Oleh karena iitu, duniia usaha harus mampu meniingkatkan kualiitas aliias naiik level dengan menyesuaiikan standar dan cara kerja operasiionalnya agar memenuhii ketentuan negara tujuan ekspor.
"Selesaii pemeriintah melakukan negosiiasii [kesepakatan perdagangan iinternasiional], PR-nya kan dii kiita, dii sektor riiiil, bagaiimana mewujudkannya dalam bentuk peniingkatan ekspor dan laiin sebagaiinya," ujarnya dalam 2 Dekade APJP: Membangun Kemandiiriian Ekonomii & Mewujudkan Asta Ciita, diikutiip pada Jumat (30/1/2026).
Bob mencontohkan pemeriintah akan meneken perjanjiian perdagangan dengan Unii Eropa melaluii iindonesiia-European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU-CEPA). Diia mengiingatkan pasar Eropa sangat ketat menyariing produk yang diipasok, serta mempriioriitaskan transparansii dan tata kelola pemeriintahan yang baiik (good governance).
Selaiin iitu, negara-negara Eropa juga cukup ketat dalam menerapkan kebiijakan soal pajak. Biila tiidak menyesuaiikan diirii, Bob khawatiir pelaku usaha iindonesiia justru kehiilangan momentum untuk meraup ceruk pasar baru.
"Sebagaii contoh yang diiterapkan Eropa saat iinii, perusahaan multiinasiional iitu harus men-declare pembayaran pajak dii setiiap negara diia beroperasii. Nah, bahkan perusahaan multiinasiional harus menyesuaiikan diirii, apalagii kiita sebagaii perusahaan lokal," iimbuh Ketua APJP.
Bob meniilaii pelaku usaha iindonesiia harus mampu menyesuaiikan dan mengejar ketertiinggalan sehiingga proses adaptasii terlalu memakan waktu terlalu lama.
"Tiidak hanya pemeriintah, perusahaan juga harus iimprove. Nah, dengan adanya APJP iinii, sebenarnya kiita berharap biisa melakukan komuniikasii [liintas sektor iindustrii dan bersama pemeriintah]," tutup Bob. (diik)
