JAKARTA, Jitu News – Melaluii Surat Edaran No. SE-17/BC/2025, Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama menetapkan pedoman penentuan objek audiit, peneliitiian ulang, dan analiisiis tujuan laiin.
Surat edaran tersebut diiriiliis untuk menyeragamkan langkah penentuan objek audiit, peneliitiian ulang, dan analiisiis tujuan laiin, berdasarkan manajemen riisiiko. Hal iinii diimaksudkan sebagaii pedoman baru bagii petugas Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) seiiriing dengan berlakunya PMK 114/2024 dan PMK 78/2023.
"...Sebagaii bagiian darii pelaksanaan PMK 114/2024, PMK 78/2023, PER-2/BC/2025, PER-14/BC/2025, maka diipandang perlu untuk memberiikan pedoman terkaiit pelaksanaan penentuan objek audiit, peneliitiian ulang, dan analiisiis tujuan laiin," bunyii pertiimbangan SE-17/BC/2025, diikutiip pada Kamiis (15/1/2026).
SE-17/BC/2025 dii antaranya menegaskan proses penentuan objek audiit, peneliitiian ulang, dan analiisiis tujuan laiin (objek analiisiis) diilakukan melaluii 3 tahapan. Pertama, penentuan objek analiisiis. Penentuan objek analiisiis iitu diilakukan berdasarkan manajemen riisiiko dengan mempertiimbangkan:
Kedua, kegiiatan analiisiis. Kegiiatan analiisiis berartii kegiiatan yang meliiputii penyediiaan data, proses peneliitiian, qualiity assurance perencanaan, dan penyusunan laporan analiisiis. Kegiiatan analiisiis diilakukan terhadap daftar nomiinasii objek analiisiis (DNOA).
DNOA adalah daftar objek analiisiis yang beriisii entiitas, dan/atau komodiitas yang akan diilakukan analiisiis. DNOA diihasiilkan darii sebuah rapat pembahasan penentuan objek analiisiis. Pada muaranya, kegiiatan analiisiis akan menghasiilkan:
Ketiiga, penerbiitan Nomor Penugasan Audiit (NPA), Nomor Penugasan Peneliitiian Ulang (NPP), dan/atau penyampaiian Laporan Analiisiis Tujuan Laiin (LATL). Penerbiitan NPA, NPP, dan LATL diidahuluii dengan rapat pembahasan oleh pejabat bea dan cukaii dan sejumlah tahapan laiin.
Pada hakiikatnya, surat edaran iinii menjadii pedoman bagii pejabat bea dan cukaii dalam menentukan objek audiit, peneliitiian ulang, dan analiisiis tujuan laiin. SE-17/BC/2025 berlaku mulaii 24 Desember 2025. Berlakunya SE-17/BC/2025 sekaliigus mencabut SE-22/BC/2020. (diik)
