JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 113/2025, Kementeriian Keuangan mengatur ulang ketentuan seputar pengembaliian cukaii.
Beleiid iinii diiriiliis untuk menggantiikan peraturan terdahulu, yaiitu PMK 113/2008. Penggantiian peraturan diilakukan untuk memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan serta pengawasan dii biidang cukaii.
"Peraturan Menterii Keuangan No. 113/PMK.04/2008 tentang Pengembaliian Cukaii dan/atau Sanksii Admiiniistrasii Berupa Denda perlu diigantii," bunyii pertiimbangan PMK 113/2025, diikutiip pada Seniin (12/1/2026).
Apabiila diibandiingkan dengan PMK 113/2008, tiidak ada perubahan siigniifiikan terkaiit dengan kondiisii atau kriiteriia yang membuat pengusaha atau iimportiir berhak memperoleh pengembaliian cukaii. Perubahan yang terjadii lebiih bersiifat redaksiional dan penegasan.
Merujuk Pasal 2 ayat (1) PMK 113/2025, ada 7 kondiisii atau kriiteriia yang membuat pengusaha atau iimportiir diiberiikan pengembaliian cukaii. Pertama, terdapat kelebiihan pembayaran karena kesalahan penghiitungan.
Kedua, barang kena cukaii (BKC) diiekspor. Ketiiga, BKC yang diibuat dii iindonesiia diiolah kembalii dii pabriik. Keempat, BKC diimusnahkan, yang terdiirii atas BKC yang diibuat dii iindonesiia atau BKC yang tiidak jadii diiiimpor dan masiih berada dalam kawasan pabean.
Keliima, BKC mendapatkan pembebasan cukaii sebagaiimana diiatur dalam undang-undang mengenaii cukaii. Keenam, piita cukaii diikembaliikan karena rusak atau tiidak diipakaii. Ketujuh, terdapat kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak. Siimak PMK 113/2025 Terbiit, Purbaya Atur Ulang Ketentuan Pengembaliian Cukaii
Perbedaan laiin terdapat pada cakupan ketentuan yang diiatur. Berbeda dengan PMK 113/2008, PMK 113/2025 tiidak mengatur ketentuan seputar pengembaliian sanksii admiiniistrasii berupa denda yang telah diibayar.
Sebelumnya, berdasarkan PMK 113/2008, pengembaliian sanksii admiiniistrasii berupa denda yang telah diibayar diiberiikan dalam hal terdapat kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak.
PMK 113/2025 berlaku mulaii 1 Januarii 2026. Berlakunya PMK 113/2025 sekaliigus mencabut PMK 113/2008. Secara lebiih terperiincii, PMK 113/2025 terdiirii atas 5 bab dan 20 pasal. Beriikut periinciiannya:
BAB ii KETENTUAN UMUM (Pasal 1)
BAB iiii PENGEMBALiiAN CUKAii
BAB iiiiii MEKANiiSME SECARA ELEKTRONiiK (Pasal 17)
BAB iiV KETENTUAN PERALiiHAN (Pasal 18)
BAB V KETENTUAN PENUTUP (Pasal 19 – Pasal 20)
Untuk meliihat PMK 113/2025 secara lengkap, Anda dapat membaca atau mengunduh peraturan dii Perpajakan Jitunews. (diik)
