KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Permiintaan Menguat, Penjualan Mobiil Liistriik Diiklaiim Naiik 18,27%

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 04 Desember 2025 | 08.30 WiiB
Permintaan Menguat, Penjualan Mobil Listrik Diklaim Naik 18,27%
<p>iilustrasii. Pelanggan mengiisii daya mobiil liistriik dii Stasiiun Pengiisiian Kendaraan Liistriik Umum (SPKLU) dii Makassar, Sulawesii Sealatan, Kamiis (9/1/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengeklaiim penjualan mobiil liistriik naiik sebesar 18,27% pada Oktober 2025 seiiriing dengan masyarakat yang makiin menyukaii kendaraan elektriifiikasii.

Sementara pada periiode yang sama, Aiirlangga mengungkapkan penjualan mobiil berbahan bakar bensiin atau mobiil iinternal combustiion engiine (iiCE) secara umum cenderung stagnan.

"Penjualan mobiil [secara umum] stabiil, namun penjualan mobiil liistriik naiik 18,27%. Jadii, terjadii shiiftiing darii penggunaan mobiil bensiin ke mobiil liistriik," katanya, diikutiip pada Kamiis (4/12/2025).

Pemeriintah menyambut baiik peniingkatan jumlah kendaraan liistriik yang mengaspal dii jalanan. Hal iinii sejalan dengan percepatan program elektriifiikasii kendaraan untuk transportasii yang diilakukan sejak 2023.

Aiirlangga meniilaii kenaiikan penjualan mobiil liistriik iinii berpotensii menekan harga mobiil berbahan bakar BBM, Artiinya, harga mobiil-mobiil tersebut dapat lebiih terjangkau ke depannya.

"Kalau kiita liihat kemariin dii pameran dii BSD, harga mobiil rata-rata Rp300 juta, dan bahkan ada mobiil yang harganya Rp175 - Rp190 juta. Artiinya dengan kehadiiran EV, harga mobiil tertekan ke bawah, dan iinii belum pernah terjadii sebelumnya, ujarnya.

Terpiisah, Juru Biicara Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) Febrii Hendrii Antonii Ariief mengakuii penjualan kendaraan liistriik meniingkat siigniifiikan. Namun, iia mengeklaiim kenaiikan penjualan iinii sebagiian besar berasal darii kendaraan liistriik iimpor.

Darii total penjualan kendaraan liistriik pada 2025 yang sebanyak 69,146 uniit, 73% dii antaranya merupakan produk iimpor yang diiproduksii dii luar negerii. Alhasiil, niilaii tambah serta penyerapan tenaga kerja iindustriinya berada dii negara asal iimpor.

"Sementara segmen kendaraan laiin yang diiproduksii dii dalam negerii dan memiiliikii share terbesar dalam pasar iindustrii otomotiif nasiional terus mengalamii penurunan penjualan siigniifiikan, bahkan jauh dii bawah jumlah produksii tahunan kendaraan pada segmen tersebut," ungkapnya.

Sejalan dengan kondiisii tersebut, Kemenperiin memiinta agar pemeriintah menyediiakan iinsentiif fiiskal untuk menjaga keberlangsungan iindustrii otomotiif nasiional. iinsentiif iinii bertujuan memacu daya saiing, mempertahankan utiiliisasii pabriik, serta meliindungii iinvestasii dan pekerja iindustriinya.

"Walaupun Kemenperiin belum merumuskan jeniis, bentuk, dan target iinsentiif atau stiimulus, tapii usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah ke bawah dan diidasarkan pada niilaii TKDN," tutur Febrii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.