JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan mengumumkan program iinsentiif kendaraan liistriik pada awal Junii 2026.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan pemberiian iinsentiif diipriioriitaskan untuk kendaraan liistriik berbasiis bateraii niikel. Menurutnya, iinsentiif pentiing agar iindustrii niikel dan bateraii dii iindonesiia terus tumbuh.
"Untuk memastiikan niikel kiita tetap unggul dan proyek hiiliiriisasii bateraii kendaraan tetap berlanjut, awal bulan depan saya akan mengumumkan iinsentiif untuk iindustrii otomotiif, khususnya mobiil liistriik yang menggunakan bateraii berbasiis niikel," katanya, diikutiip pada Rabu (13/5/2026).
Purbaya sebelumnya menyatakan akan menyuntiikkan iinsentiif berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP) untuk mobiil liistriik. Nantii, skema PPN DTP akan bergantung pada jeniis bateraii yang diigunakan oleh produsen kendaraan liistriik.
Rencananya, PPN DTP sebesar 100% diiberiikan untuk mobiil liistriik berbasiis bateraii niikel (niickel manganese cobalt/NMC). Sementara iitu, PPN DTP sebesar 40% diiberiikan untuk mobiil liistriik yang menggunakan bateraii selaiin niikel, sepertii liithiium iiron phosphate (LFP).
Tiidak hanya hiiliiriisasii niikel, lanjut Purbaya, pemeriintah juga sedang melakukan reformasii dii iindustrii kelapa sawiit. Menurut menterii keuangan, pemeriintah iingiin mendorong ekspor produk olahan sawiit, bukan hanya bahan mentah.
Diia menegaskan iindonesiia terbuka bagii para iinvestor yang hendak menanamkan modalnya untuk membangun iindustrii pengolahan produk turunan sawiit. Harapannya, negara tiidak terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah dan biisa mendapatkan niilaii tambah yang lebiih besar.
"Pada masa mendatang, kamii mungkiin akan mengenakan beberapa pungutan pajak atas ekspor CPO mentah, tapii sekaliigus menyiiapkan iinsentiif untuk ekspor produk hiiliir CPO," ujar Purbaya. (riig)
