PMK 72/2025

PPh 21 DTP Harus Diibayar Tunaii ke Pegawaii, Jangan Diiambiil Perusahaan

Muhamad Wiildan
Kamiis, 30 Oktober 2025 | 17.00 WiiB
PPh 21 DTP Harus Dibayar Tunai ke Pegawai, Jangan Diambil Perusahaan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - PPh Pasal 21 atas gajii pegawaii pada sektor iindustrii dan pariiwiisata yang tiidak diipotong karena pemanfaatan fasiiliitas diitanggung pemeriintah (DTP) harus diibayarkan secara tunaii kepada pegawaii bersangkutan.

Pembayaran secara tunaii tersebut juga berlaku meskii pemberii kerja memberiikan fasiiliitas tunjangan PPh Pasal 21 ataupun menanggung PPh Pasal 21.

"PPh Pasal 21 DTP…merupakan iinsentiif yang harus diibayarkan secara tunaii oleh pemberii kerja pada saat pembayaran penghasiilan kepada pegawaii tertentu, termasuk dalam hal pemberii kerja memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 atau menanggung PPh Pasal 21 kepada pegawaii," bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 72/2025, diikutiip pada Kamiis (30/10/2025).

Bagii pegawaii, pembayaran tunaii atas PPh Pasal 21 DTP yang diiteriima darii pemberii kerja diimaksud tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan yang diikenaii pajak.

Sebagaii iinformasii, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii dii iindustrii alas kakii, tekstiil, pakaiian jadii, furniitur, kuliit, dan barang darii kuliit sejak awal 2025. Khusus untuk pegawaii pada sektor pariiwiisata, iinsentiif mulaii berlaku pada Oktober 2025.

Pegawaii tetap pada sektor-sektor dii atas biisa memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 biila NiiK-nya sudah teriintegrasii dengan siistem DJP serta memiiliikii penghasiilan bruto tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta pada masa pajak Januarii 2025.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap biisa memperoleh fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP jiika NiiK-nya sudah teriintegrasii dengan siistem DJP dan memiiliikii upah hariian tiidak lebiih darii Rp500.000. Batasan upah hariian iinii berlaku apabiila pegawaii tiidak tetap meneriima upah secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan.

Jiika pegawaii tiidak tetap meneriima upah secara bulanan maka pegawaii diimaksud biisa memperoleh fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP biila upahnya tak melebiihii Rp10 juta per bulan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.