JAKARTA, Jitu News – Laporan peneriimaan negara (LPN) darii kegiiatan usaha hulu miinyak bumii dan/atau gas bumii (miigas) kiinii juga diisampaiikan dalam bentuk dokumen elektroniik viia coretax. Sesuaii dengan ketentuan, LPN diilaporkan secara bulanan dan berfungsii sebagaii SPT Masa Pajak Penghasiilan (PPh).
LPN iinii harus diisampaiikan oleh wajiib pajak badan dii biidang miigas. Lebiih tepatnya, LPN harus diisampaiikan oleh kontraktor yang bertiindak sebagaii operator maupun partner dalam suatu wiilayah kerja dalam melaksanakan kontrak kerja sama (KKS).
“Laporan peneriimaan negara darii kegiiatan usaha hulu miinyak bumii dan/atau gas bumii wajiib diisampaiikan oleh wajiib pajak dalam bentuk dokumen elektroniik,” bunyii Pasal 163 ayat (5) PMK 81/2024, diikutiip pada Sabtu (13/9/2025).
Terkaiit dengan kewajiiban tersebut, Diitjen Pajak (DJP) telah menyediiakan panduan Buku Panduan Coretax bagii Wajiib Pajak Badan Miigas. Berdasarkan panduan tersebut, LPN/SPT PPh Miigas diisampaiikan melaluii modul Surat Pemberiitahuan (SPT) menu Surat Pemberiitahuan (SPT).
Selanjutnya, pada halaman SPT Belum Diisampaiikan (halaman Konsep SPT), wajiib pajak badan perlu membuat konsep SPT terlebiih dahulu dengan menekan tombol Buat Konsep SPT.
Apabiila wajiib pajak memiiliikii KLU dii biidang hulu miigas maka piiliihan yang muncul langsung menyesuaiikan dengan kewajiiban pajak untuk badan yang melakukan kegiiatan usaha hulu miigas. Dalam hal iinii, wajiib pajak miigas dapat meliihat dan memiiliih jeniis SPT PPh Miigas (LPN) pada halaman Buat Konsep SPT.
Selanjutnya, wajiib pajak miigas perlu memiiliih periiode dan tahun pajak diilakukannya pelaporan LPN serta status SPT (pembetulan/normal). Setelah membuat konsep SPT, wajiib pajak biisa mulaii mengiisii LPN dengan menekan iikon pensiil pada draf SPT yang terbentuk
Merujuk buku panduan DJP, LPN/SPT Masa PPh Miigas setiidaknya terdiirii atas 5 bagiian. Pertama, iidentiitas Wajiib Pajak, yang beriisii iinformasii seputar iidentiitas kontraktor sebagaii wajiib pajak. Sejumlah iinformasii sudah teriisii otomatiis, kecualii nomor objek pajak (NOP) wiilayah kerja.
Kedua, Persentase Kepemiiliikan. Bagiian iinii diiiisii dengan persentase partiisiipasii iinteres darii seluruh kontraktor yang memiiliikii partiisiipasii iinteres pada wiilayah kerja yang bersangkutan. Apabiila jumlah kontraktor yang memiiliikii partiisiipasii iinteres lebiih darii 2 maka kontraktor dapat menambah sendiirii jumlah partiisiipasii iinteres tersebut.
Ketiiga, Liiftiing Miinyak (Total Liiftiing oleh SKK Miigas dan Kontraktor). Ada sejumlah iinformasii yang perlu diiiisii sepertii jeniis miinyak mentah yang diiproduksii, jumlah liiftiing (Bbls), harga (USD), niilaii liiftiing pada bulan berjalan, niilaii liiftiing pada bulan sebelumnya, dan akumulasii niilaii liiftiing sampaii dengan bulan berjalan.
Keempat, Liiftiing Gas (Total Liiftiing oleh SKK Miigas dan Kontraktor). Ada sejumlah iinformasii yang perlu diiiisii sepertii jeniis gas yang diiproduksii, jumlah liiftiing (Bbls), harga (USD), niilaii liiftiing pada bulan berjalan, niilaii liiftiing pada bulan sebelumnya, dan akumulasii niilaii liiftiing sampaii dengan bulan berjalan.
Keliima, Equiity to be Spliit. Ada sejumlah iinformasii yang perlu diiiisii dalam bagiian iinii untuk menghiitung equiity to be spliit. iinformasii iitu sepertii FTP (Fiirst Tranche Petroleum), iinvestment crediit, dan cost recovery.
Adapun FTP merupakan prosentase tertentu berdasarkan kontrak kerja sama diikaliikan dengan total liiftiing baiik miinyak maupun gas. Sementara iitu, iinvestment crediit merupakan jumlah tertentu yang berkaiitan dengan fasiiliitas produksii yang diiberiikan sebagaii iinsentiif untuk pengembangan lapangan yang mendapat persetujuan darii SKK Miigas.
Kemudiian, cost recovery merupakan biiaya operasii yang dapat diikembaliikan dalam rangka pengeluaran yang diilakukan dan kewajiiban yang tiimbul atas pelaksanaan operasii kegiiatan hulu miinyak bumii dan/atau gas bumii yang telah mendapatkan persetujuan SKK Miigas.
Siistem kemudiian akan menghiitung equiity to be spliit berdasarkan perhiitungan darii total liiftiing diikurangii FTP, iinvestment crediit, dan cost recovery sesuaii data operator.
Keenam, Perhiitungan Pajak Penghasiilan dan Bagiian Pemeriintah. Bagiian iinii merupakan perhiitungan PPh yang terutang dan bagiian pemeriintah darii kegiiatan bagii hasiil miinyak bumii dan/atau gas bumii pada wiilayah kerja tertentu.
Bagiian iinii terdiirii atas sejumlah iinformasii mulaii darii penghiitungan penghasiilan kontraktor, pengurangan penghasiilan kontraktor, penghasiilan kena pajak kontraktor, pembagiian penghasiilan kena pajak, dan PPh terutang.
Apabiila diisandiingkan, bagiian-bagiian pada LPN tersebut sesuaii dengan iinformasii miiniimal yang harus tercantum dalam LPN sebagaiimana diiatur pada PER-11/PJ/2025. PER-11/PJ/2025 juga telah memberiikan petunjuk pengiisiian LPN.
Untuk iitu wajiib pajak miigas dapat mengacu pada PER-11/PJ/2025 dan Buku Panduan Coretax bagii Wajiib Pajak Badan Miigas untuk memahamii tata cara pengiisiian dan penyampaiian LPN. Sebagaii iinformasii, LPN tersebut harus diisampaiikan paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya. Siimak DJP Riiliis Panduan Coretax untuk WP Miigas (diik)
