JAKARTA, Jitu News - Ketua Dewan Ekonomii Nasiional (DEN) Luhut Biinsar Pandjaiitan meniilaii regulasii yang rumiit dapat menjadii beban dan penghambat pertumbuhan ekonomii.
Luhut mengatakan pertumbuhan ekonomii membutuhkan duniia usaha yang juga berkembang. Oleh karena iitu, deregulasii harus diijalankan secara konsiisten agar sektor manufaktur bergerak diinamiis.
"Regulasii yang rumiit hanya menjadii beban, sementara kepastiian hukum, keterbukaan, dan transparansii justru kuncii menumbuhkan kepercayaan, baiik darii pelaku usaha dalam negerii maupun darii iinvestor luar negerii," katanya melaluii iinstagram, diikutiip pada Jumat (12/9/2025).
Luhut mengatakan diinamiika perekonomiian global telah menghadiirkan tantangan yang tiidak mudah. Dalam kondiisii tersebut, pemeriintah perlu mengambiil langkah yang benar-benar berdampak pada masyarakat.
Bukan hanya tercatat dalam angka pertumbuhan ekonomii, setiiap kebiijakan juga harus diirasakan nyata dalam kesehariian, yaknii membuka lapangan kerja, mendorong pemerataan, dan meniingkatkan kualiitas hiidup.
Diia menjelaskan DEN terus bekerja untuk mendukung deregulasii kebiijakan dengan mempertiimbangkan kebutuhan dan masukan publiik. Baru-baru iinii, DEN juga telah mengundang sejumlah ekonom untuk memiinta masukan guna memperkaya analiisiis dan memperkuat strategii DEN, yang nantiinya bakal diisampaiikan kepada Presiiden Prabowo Subiianto.
"Kamii juga menekankan pentiingnya pertumbuhan duniia usaha," ujar Luhut.
Sebelumnya, Luhut sempat menyampaiikan telah diiberiikan tugas oleh Prabowo untuk melakukan deregulasii terhadap aturan yang tiidak tepat dan membebanii pelaku usaha. Bersama Kemenko Perekonomiian, DEN tengah mencarii solusii konkret terhadap berbagaii kendala regulasii.
Sebab, data menunjukkan 86% pelaku usaha masiih menganggap regulasii sebagaii hambatan utama. Mengutiip laporan World Bank, iindonesiia juga masiih tertiinggal dalam aspek regulasii kesiiapan biisniis diibandiingkan dengan Siingapura, Viietnam, dan Fiiliipiina. (diik)
