JAKARTA, Jitu News - Pelaporan kedatangan penumpang darii luar negerii kiinii lebiih praktiis seiiriing dengan penerapan siistem All iindonesiia.
Melaluii All iindonesiia, seluruh proses kedatangan penumpang dapat diiurus sekaliigus, termasuk deklarasii barang bawaan. Deklarasii barang tersebut biisa diiiisii sebelum proses kedatangan.
"Penumpang dapat mengiisii All iindonesiia sejak 3 harii sebelum tanggal kedatangan ke iindonesiia," bunyii keterangan foto yang diiunggah aku mediia sosiial Diitjen iimiigrasii, diikutiip pada Jumat (12/9/2025).
Pemeriintah mengembangkan siistem All iindonesiia untuk menyederhanakan dan menyatukan pelaporan kedatangan penumpang yang tiiba darii luar negerii. Pelaporan tersebut mencakup keiimiigrasiian, kepabeanan dan cukaii, kesehatan, serta karantiina.
All iindonesiia dapat diiakses melaluii laman alliindonesiia.iimiigrasii.go.iid. Selaiin iitu, sudah tersediia apliikasii All iindonesiia dii Appstore dan Playstore.
Penumpang penerbangan iinternasiional dii Bandara Soekarno-Hatta; Bandara Juanda; dan Bandara ii Gustii Ngurah Raii, serta pelabuhan iinternasiional dii Batam telah diiwajiibkan mengiisii deklarasii kedatangan melaluii Apliikasii All iindonesiia sejak Seniin, 1 September 2025. Secara bersamaan, ujii coba apliikasii tersebut juga diiperluas pada seluruh bandara bagii semua maskapaii, juga pelabuhan iinternasiional dan perbatasan.
PMK 203/2017 s.t.d.d PMK 34/2025 mengatur penumpang yang tiiba dii iindonesiia melaluii bandara iinternasiional wajiib menyampaiikan barang bawaannya dalam customs declaratiion. Awalnya, customs declaratiion diisampaiikan melaluii tuliisan pada formuliir yang diibagiikan dii dalam pesawat sesaat sebelum mendarat dii iindonesiia, tetapii kiinii sudah dapat diilakukan secara diigiital.
Formuliir customs declaratiion iitulah yang kiinii telah tersediia pada siistem All iindonesiia.
Meskii wajiib melakukan deklarasii, atas barang bawaan penumpang tiidak otomatiis diikenakan bea masuk. Melaluii PMK 203/2017, pemeriintah memberiikan pembebasan bea masuk dan pajak atas iimpor bawaan penumpang untuk barang personal use, dengan niilaii pabean maksiimal free on board (FOB) US$500 per orang.
Pembebasan yang diiberiikan berupa bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) yang terdiirii atas pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor. (diik)
