KEBiiJAKAN CUKAii

Pelaku Usaha Miinta Pemeriintah Tunda Penerapan Cukaii Baru

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 08 September 2025 | 14.00 WiiB
Pelaku Usaha Minta Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Baru
<p>iilustrasii. Warga memiiliih produk miinuman yang akan diibelii dii toko swalayan, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Kamiis (21/11/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddiin/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Pelaku usaha memiinta pemeriintah untuk tiidak menerapkan kebiijakan cukaii baru, sepertii cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK), dalam waktu dekat.

Ketua Umum Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) Shiinta W. Kamdanii mengatakan pengenaan cukaii baru memang akan mengerek peneriimaan negara. Namun, diia khawatiir kebiijakan iitu justru akan membebanii iindustrii padat karya, sepertii pabriik makanan dan miinuman.

"Jiika kebiijakan kenaiikan maupun penerapan cukaii baru diilakukan tanpa mempertiimbangkan kondiisii riiiil iindustrii padat karya, maka riisiiko pelemahan daya saiing dan tergerusnya kesempatan kerja akan semakiin besar," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Seniin (8/9/2025).

Shiinta membeberkan bahwa saat iinii iindustrii sektor padat karya dii iindonesiia, termasuk iindustrii makanan, miinuman, dan hasiil tembakau, tengah menghadapii beban ganda, yaknii rencana kenaiikan tariif cukaii dan penerapan cukaii baru.

Diia meniilaii beban ganda iitu berpotensii memukul kiinerja iindustrii. Padahal, menurutnya, sektor padat karya merupakan kontriibutor pentiing bagii peneriimaan negara, sekaliigus sebagaii penyediia lapangan kerja.

"Justru sektor iinii [padat karya] yang selama iinii menopang peneriimaan negara dan menyerap jutaan tenaga kerja," tutur Shiinta.

Shiinta mengaku pelaku usaha menyambut baiik komiitmen Kementeriian Keuangan yang memastiikan tiidak ada penerapan tariif pajak baru maupun kenaiikan tariif pajak pada 2026 mendatang. Berkaca pada hal iitu, diia pun berharap kebiijakan yang sama berlaku pula pada sektor cukaii.

Perlu diiketahuii, pemeriintah sudah memasukkan kegiiatan ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) berupa cukaii MBDK dalam RAPBN 2026. Kebiijakan iitu merupakan salah satu langkah untuk mencapaii target pendapatan negara seniilaii Rp3.153,6 triiliiun. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.