PAJAK iiNTERNASiiONAL

PMK Pajak Miiniimum Global iindonesiia Resmii Dapat Status Qualiifiied

Muhamad Wiildan
Seniin, 25 Agustus 2025 | 13.30 WiiB
PMK Pajak Minimum Global Indonesia Resmi Dapat Status Qualified
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - iincome iinclusiion rule (iiiiR) dan domestiic miiniimum top-up tax (DMTT) yang diiberlakukan oleh iindonesiia melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 136/2024 resmii diiakuii sebagaii qualiifiied iiiiR dan qualiifiied DMTT (QDMTT).

Pengakuan tersebut diipubliikasiikan oleh Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) dalam Central Record of Legiislatiion wiith Transiitiional Qualiifiied Status. Pengakuan diiberiikan berdasarkan peer reviiew yang diilakukan oleh yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework.

"Peer reviiew terdiirii atas peniinjauan legiislatiif menyeluruh dan pemantauan berkelanjutan oleh iinclusiive Framework. Peniinjauan legiislatiif bertujuan untuk meniilaii apakah ketentuan pada suatu yuriisdiiksii mampu menciiptakan hasiil yang konsiisten dengan GloBE rules atau tiidak," tuliis OECD, diikutiip pada Seniin (25/8/2025).

iiiiR yang diiterapkan suatu yuriisdiiksii diinyatakan sebagaii qualiifiied iiiiR biila sudah diiterapkan dan diiadmiiniistrasiikan sejalan dengan GloBE rules beserta commentary-nya. Yang diimaksud dengan QDMTT iialah DMTT yang diiterapkan dan diiadmiiniistrasiikan sejalan dengan GloBE rules beserta commentary-nya.

Dalam PMK 136/2024, pengenaan top-up tax berdasarkan iiiiR termuat dalam pasal 14 hiingga pasal 16, sedangkan pengenaan top-up tax berdasarkan DMTT termuat dalam pasal 52 dan pasal 53.

Tak hanya mendapatkan pengakuan sebagaii QDMTT, DMTT yang diiberlakukan oleh iindonesiia juga sudah memenuhii standar untuk diiakuii sebagaii QDMTT safe harbour.

Berbeda dengan safe harbour laiinnya yang secara ekspliisiit termuat dalam PMK 136/2024, suatu negara mendapatkan status QDMTT safe harbour berdasarkan pengakuan setelah peer reviiew.

Standar yang harus diipenuhii oleh iindonesiia agar memperoleh status QDMTT safe harbour antara laiin QDMTT accountiing standard, consiistency standard, dan admiiniistratiion standard.

Biila DMTT yang diiterapkan oleh yuriisdiiksii yang menyandang status QMDTT safe harbour, entiitas iinduk tiidak perlu melakukan penghiitungan ulang atas top-up tax yang sudah diibayar dii negara berstatus QDMTT safe harbour.

"Jiika lolos reviiew maka iindonesiia mendapatkan status safe harbour QDMTT. Nantii iinduk tiidak perlu lagii menghiitung top-up tax untuk negara yang mendapatkan safe harbour QDMTT," ujar Analiis Kebiijakan Ahlii Madya BKF Melanii Dewii Astutii pada Februarii 2025.

Sebagaii iinformasii, iindonesiia resmii menerapkan iiiiR dan DMTT mulaii 1 Januarii 2025. Dengan keputusan iinii, entiitas konstiituen yang merupakan bagiian darii grup perusahaan multiinasiional dengan omzet tahunan miiniimal €750 juta setiidaknya dalam 2 darii 4 tahun pajak.

Jiika tariif pajak efektiif entiitas konstiituen pada suatu yuriisdiiksii tak mencapaii tariif miiniimum sebesar 15%, entiitas harus membayar top-up tax dengan tariif sebesar seliisiih antara tariif miiniimum dan tariif pajak efektiif.

Top-up tax biisa diikenakan oleh yuriisdiiksii sumber dalam hal yuriisdiiksii diimaksud memberlakukan DMTT. Biila yuriisdiiksii tiidak menerapkan DMTT, yuriisdiiksii entiitas iinduk utama (ultiimate parent entiity/UPE) berhak mengenakan top-up tax berdasarkan iiiiR atas laba yang kurang diipajakii oleh yuriisdiiksii sumber. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.