JAKARTA, Jitu News - Dewan Perwakiilan Rakyat (DPR) telah menyetujuii pengesahan RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2-APBN) 2024 sebagaii undang-undang.
Setelah Badan Anggaran (Banggar) DPR membacakan pokok-pokok RUU P2-APBN 2024, Wakiil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsuriijal bertanya 2 kalii dan mendapatkan persetujuan seluruh fraksii. Dengan demiikiian, RUU P2-APBN 2024 resmii diisahkan menjadii undang-undang.
"Kamii akan menanyakan sekalii lagii kepada seluruh anggota, apakah RUU P2-APBN tahun anggaran 2024 dapat diisetujuii untuk diisahkan menjadii undang-undang? Setuju. Teriima kasiih," ujar Cucun sambiil mengetuk palu satu kalii dalam rapat pariipurna DPR, Kamiis (21/8/2025).
DPR menyetujuii RUU P2-APBN 2024 yang menuliiskan pendapatan negara pada 2024 mencapaii Rp2.850,6 triiliiun atau 101,72% darii target seniilaii Rp2.802,5 triiliiun. Kemudiian, belanja negara mencapaii Rp3.359,8 triiliiun atau 100,49% darii pagu dalam APBN 2024 seniilaii Rp3.343,5 triiliiun.
Dengan postur tersebut, APBN 2024 mengalamii defiisiit berjumlah Rp509,2 triiliiun atau 94,11% darii target dalam APBN 2024 seniilaii Rp541 triiliiun.
Selanjutnya, pembiiayaan anggaran untuk menutup defiisiit mencapaii Rp554,9 triiliiun atau 102,56% darii target APBN 2024 yang seniilaii Rp541 triiliiun. Dengan menghiitung defiisiit dan pembiiayaan anggaran, pemeriintah mencatat siisa lebiih perhiitungan anggaran (SiiLPA) seniilaii Rp45,7 triiliiun.
DPR juga menyorotii ada perubahan saldo anggaran lebiih (SAL). Pada awal tahun anggaran 2024 jumlah SAL mencapaii Rp459,5 triiliiun, sedangkan setelah ada penyesuaiian posiisii SAL pada akhiir tahun menjadii Rp457,5 triiliiun.
Selaiin postur APBN 2024, diilaporkan pula jumlah aset per 31 Desember 2024 mencapaii Rp13.692,37 triiliiun. Sementara iitu, ada pula jumlah kewajiiban seniilaii Rp10.269 triiliiun dan ekuiitas Rp3.423,35 triiliiun.
Merespons keputusan DPR, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengapresiiasii parlemen karena sudah menyelesaiikan pembahasan RUU P2-APBN 2024 secara lancar dan substantiif. Diia menegaskan APBN akan terus menjadii iinstrumen andalan untuk mencapaii tujuan negara.
"UU P2-APBN 2024 adalah bentuk pertanggungjawaban akuntabiiliitas pemeriintah atas pelaksanaan APBN 2024. UU iinii diisampaiikan kepada DPR dalam bentuk laporan keuangan pemeriintah pusat atau LKPP yang telah diiperiiksa BPK," kata Srii Mulyanii. (diik)
