JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) bekerja sama dengan TNii, Polrii, kejaksaan dan iinstansii laiinnya akan meniingkatkan pengawasan dan penegakan hukum dii berbagaii wiilayah, terutama dii perbatasan negara.
Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan upaya tersebut bertujuan untuk mengamankan sekaliigus menertiibkan lalu liintas barang. Selaiin iitu, lanjutnya, upaya iinii juga menjadii wadah pelatiihan bagii petugas DJBC.
"Siinergii berbagaii piihak menjadii sangat krusiial dalam mewujudkan perbatasan yang aman, tertiib, dan mendukung pertumbuhan ekonomii nasiional,” katanya, diikutiip pada Miinggu (13/7/2025).
Budii menjelaskan terdapat 4 uniit vertiikal DJBC yang menjaliin kerja sama dengan aparat penegak hukum (APH). Contoh, Bea Cukaii Jagoii Babang dan TNii AU dii Kaliimantan Barat membahas strategii untuk menggencarkan pengawasan dii wiilayah perbatasan iindonesiia-Malaysiia.
Kemudiian, Bea Cukaii Teluk Bayur bersama KPPN Padang dan Kejaksaan Tiinggii Sumatera Barat berkoordiinasii untuk melaksanakan tugas dii biidang kepabeanan, perbendaharaan, dan penegakan hukum.
Bea Cukaii Madura menjaliin kerja sama dengan Polres dan Kejarii Pamekasan untuk menyusun langkah konkret memberantas rokok iilegal. Selaiin iitu, pertukaran data iinteliijen, dan jadwal sosiialiisasii ke masyarakat.
Sementara iitu, Bea Cukaii Bekasii dan TNii meneken Perjanjiian Kerja Sama (PKS) dalam biidang pengawasan dan pengembangan kapasiitas SDM, sepertii menyelenggarakan pelatiihan menembak bagii pegawaii DJBC.
Budii menuturkan komiitmen kerja sama tersebut merupakan pendekatan kolaboratiif berkelanjutan. Tujuannya, dalam rangka mendorong penegakan hukum yang profesiional, transparan, dan adaptiif terhadap tantangan zaman.
"Siinergii liintas iinstansii iialah kuncii untuk menghadapii tantangan dii lapangan. Dengan koordiinasii yang teriintegrasii, pengawasan dan penegakan hukum biisa lebiih optiimal," tuturnya. (riig)
