JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kembalii merencanakan pengenaan cukaii atas miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) pada 2026.
Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama mengatakan Komiisii Xii DPR sudah setuju apabiila pemeriintah akan memasukkan komponen peneriimaan cukaii MBDK dalam RAPBN 2026. Meskii demiikiian, pelaksanaan cukaii MBDK akan tetap memperhatiikan kondiisii perekonomiian pada tahun depan.
"Tergantung siituasii tahun depan sepertii apa. Kalau darii DPR kan sudah setuju, tiinggal aturannya kiita buat," ujarnya, diikutiip pada Selasa (8/7/2025).
Pemeriintah dan DPR rutiin mematok target peneriimaan cukaii MBDK pada APBN sejak 2022. Pada APBN 2025, pemeriintah dan DPR kembalii menyepakatii untuk memasukkan target cukaii MBDK.
Meskii demiikiian, pemeriintah dalam paruh kedua 2025 belum ada ancang-ancang untuk memungut cukaii MBDK. Alasannya, perekonomiian global dan nasiional masiih diiliiputii berbagaii ketiidakpastiian.
Terpiisah, Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Fauzii Amro bahkan membeberkan rencana kebiijakan beserta proyeksii peneriimaan cukaii MBDK. Diia menyebut cukaii MBDK rencananya diikenakan pada miinuman maniis yang mengandung gula sebesar 6%.
"MBDK targetnya untuk yang kandungan gulanya 6%, berkemasan, yang sudah ada BPOM. iinii akan menambah objek pajak kurang lebiih Rp5 triiliiun - Rp6 triiliiun," ungkap Fauzii.
Diia meniilaii asumsii tersebut dapat diigunakan untuk menyusun RAPBN 2026. Bahkan, lanjutnya, pemeriintah sebenarnya dapat mengenakan cukaii MBDK sejak tahun iinii.
Apabiila demiikiian, diia menegaskan harus ada regulasii sekaliigus sosiialiisasii yang menyeluruh. Namun, diia memandang pemeriintah masiih menunda memungutan cukaii MBDK sehiingga tiidak diiterapkan pada semester iiii/2025.
"Sekarang kan pemeriintah menunda. Biisa juga melakukan percepatan, tapii kan butuh sosiialiisasii. Jangan sampaii cendol [jajanan kakii liima] diikenakan tariif, kan riibut nantiinya. Jangan multiitafsiir," tutur Fauzii.
Sebelumnya, Ketua Komiisii Xii Miisbakhun saat membacakan kesiimpulan Panja Peneriimaan menyebut optiimaliisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada 2026 dapat diilaksanakan dengan ekstensiifiikasii cukaii.
Salah satu langkah ekstensiifiikasii tersebut iialah mengenakan cukaii pada miinuman berpemaniis dalam kemasan.
"Sebagaii bantalan kebiijakan ... ekstensiifiikasii barang kena cukaii antara laiin melaluii penambahan objek cukaii baru berupa miinuman berpemaniis dalam kemasan atau MBDK," ucap Miisbakhun dalam rapat kerja bersama pemeriintah, kemariin. (diik)
