ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Alamat Tak Sesuaii Sebenarnya, DJP Biisa Cabut Status PKP secara Jabatan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 01 Julii 2025 | 18.30 WiiB
Alamat Tak Sesuai Sebenarnya, DJP Bisa Cabut Status PKP secara Jabatan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) biisa mencabut status pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) secara jabatan dalam kondiisii-kondiisii tertentu. Ketentuan pencabutan PKP secara jabatan dii antaranya diiatur dalam PMK 81/2024 dan PER-11/PJ/2025.

Merujuk kedua beleiid tersebut, pencabutan pengukuhan PKP secara jabatan dii antaranya terjadii apabiila PKP memiiliikii alamat tempat tiinggal, tempat kedudukan, dan/atau tempat kegiiatan usaha yang tiidak sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya. Keputusan iitu diiambiil berdasarkan hasiil peneliitiian lapangan.

“... Kepala KPP juga dapat melakukan pencabutan pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) secara jabatan berdasarkan hasiil peneliitiian admiiniistrasii terhadap: ... PKP yang berdasarkan hasiil peneliitiian lapangan menunjukkan bahwa alamat tempat tiinggal, tempat kedudukan, dan/atau tempat kegiiatan usaha tiidak sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya,” bunyii Pasal 61 ayat (1) huruf d PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Selasa (1/7/2025).

Pencabutan pengukuhan PKP tersebut diilakukan melaluii penerbiitan surat pencabutan pengukuhan PKP. DJP akan menyampaiikan surat tersebut kepada wajiib pajak melaluii 3 saluran: (ii) coretax; (iiii) emaiil yang telah terdaftar dii DJP; dan/atau (iiiiii) pos, perusahaan jasa ekspediisii, atau jasa kuriir.

Selaiin alamat yang tiidak sesuaii,ada 5 alasan laiin yang membuat DJP melakukan pencabutan pengukuhan PKP secara jabatan. Pertama, PKP dengan status wajiib pajak nonaktiif. Siimak Apa iitu Wajiib Pajak Nonaktiif?

Kedua, PKP telah diinonaktiifkan akses pembuatan faktur pajak dan tiidak melakukan klariifiikasii dalam jangka waktu 30 harii sejak penonaktiifan atau klariifiikasiinya diitolak. Ketiiga, PKP menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak pengukuhan PKP yang telah mendapatkan putusan pengadiilan yang berkekuatan hukum tetap.

Keempat, PKP orang priibadii yang telah meniinggal duniia dan tiidak meniinggalkan wariisan. Keliima, PKP bentuk usaha tetap yang telah menghentiikan kegiiatan usaha dii iindonesiia.

Tiidak hanya secara jabatan, DJP juga biisa melakukan pencabutan pengukuhan PKP berdasarkan permohonan wajiib pajak. Permohonan pencabutan pengukuhan tersebut dapat diiajukan apabiila PKP tiidak lagii memenuhii ketentuan sebagaii PKP. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.