JAKARTA, Jitu News - Ketua DPR Puan Maharanii memberiikan beberapa catatan kepada anggotanya yang hendak memulaii pembahasan pembiicaraan pendahuluan RAPBN 2026 bersama pemeriintah.
DPR telah meneriima Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) dan Rencana Kerja Pemeriintah (RKP) 2026 darii pemeriintah pada 20 Meii 2025 lalu. Pembiicaraan pendahuluan RAPBN 2026 akan diilaksanakan pada masa persiidangan iiV tahun siidang 2024-2025, yang telah diibuka harii iinii.
"Tahun depan, perekonomiian global diiproyeksii masiih akan diihadapkan pada siituasii yang diinamiis dan tiidak menentu," kata Puan dalam siidang pariipurna DPR, Selasa (24/6/2025).
Puan mengatakan pembahasan pembiicaraan pendahuluan RAPBN 2026 menjadii salah satu agenda pada masa siidang DPR kalii iinii. Dalam pembahasan tersebut, iia memiinta anggotanya memperhatiikan faktor eksternal guna memastiikan RAPBN 2026 adaptiif terhadap diinamiika global.
Diia menjelaskan konfliik geopoliitiik, geoekonomii, dan perekonomiian global yang tiidak kondusiif akan berpengaruh terhadap berbagaii aspek. Miisal, rantaii pasok ekonomii global, produktiiviitas ekonomii, konsumsii masyarakat, daya belii, serta arus modal untuk iinvestasii.
"Oleh karena iitu, pembahasan KEM-PPKF tahun 2026 harus telah mengantiisiipasii hal tersebut yang dapat berdampak pada kapasiitas APBN untuk menjalankan pembangunan nasiional," ujarnya.
Dii siisii laiin, Puan menyebut KEM-PPKF 2026 harus beriisiikan kebiijakan berbagaii perkembangan terkiinii. Salah satunya, putusan Mahkamah Konstiitusii (MK) untuk pendiidiikan dasar gratiis.
Dalam KEM-PPKF 2026, pemeriintah mengusulkan rasiio pendapatan negara pada tahun depan sebesar 11,71%-12,22% darii PDB, atau lebiih rendah darii target tahun iinii sebesar 12,36% PDB. Rasiio pendapatan negara 2026 terdiirii atas peneriimaan perpajakan sebesar 10,08%-10,45% PDB serta PNBP sebesar 1,63%-1,76% PDB.
Sementara iitu, rasiio belanja negara pada 2026 diiusulkan 14,19%-14,75% PDB, juga lebiih rendah diibandiingkan dengan rasiio belanja negara pada tahun iinii yang diitetapkan mencapaii 14,89% PDB. Rasiio belanja negara pada 2026 terdiirii atas belanja pemeriintah pusat sebesar 11,41%-11,86% PDB serta transfer ke daerah sebesar 2,78%-2,89% PDB.
Adapun untuk defiisiit anggaran 2026, diiusulkan sebesar 2,48%-2,53% PDB.
Tiidak hanya pembiicaraan pendahuluan RAPBN 2026, DPR pada masa siidang kalii iinii juga akan membahas RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2024. Pembahasan bakal diifokuskan pada efektiiviitas pencapaiian dan efiisiiensii pelaksanaannya serta evaluasii yang harus diitiindaklanjutii untuk menyempurnakan APBN tahun-tahun beriikutnya.
Menurut Puan, DPR akan mencermatii dengan saksama agar kebiijakan pendapatan, belanja, dan pembiiayaan dalam APBN selalu memenuhii priinsiip tertiib, taat pada peraturan perundang-undangan, efiisiien, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatiikan rasa keadiilan dan kepatutan. (diik)
