JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) resmii mencabut Peraturan Diirjen Pajak No. PER-51/PJ/2009. Beleiid iitu sebelumnya mengatur tentang besaran kupon makanan/miinuman bagii pegawaii, penetapan daerah tertentu, serta batasan sarana dan fasiiliitas dii lokasii kerja.
Pengaturan ketentuan dalam PER-51/PJ/2009 iitu berkaiitan dengan biiaya pemberiian natura dan/atau keniikmatan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto pemberii kerja. Pencabutan beleiid iitu diilakukan menyusul berlakunya PER-8/PJ/2025 pada 21 Meii 2025.
“Pada saat Peraturan Diirektur Jenderal iinii [PER-8/PJ/2025] mulaii berlaku:...Peraturan Diirektur Jenderal Pajak Nomor PER-51/PJ/2009...diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku,” bunyii Pasal 147 angka 2 PER-8/PJ/2025, diikutiip pada Selasa (17/6/2025).
PER-51/PJ/2009 merupakan petunjuk pelaksana darii PMK 83/2009. Pada dasarnya, PER 51/PJ/2009 memeriincii ketentuan besaran kupon makanan dan/atau miinuman serta natura dan/atau keniikmatan dii daerah tertentu yang biisa diikurangkan darii penghasiilan bruto pemberii kerja.
Berdasarkan PER-51/PJ/2009, niilaii kupon makanan dan/atau miinuman yang diiberiikan kepada pegawaii yang karena siifat pekerjaannya tiidak dapat memanfaatkan pemberiian makanan dan/aau miinuman dii kantor dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto pemberii kerja, sepanjang niilaiinya wajar.
Merujuk Pasal 2 ayat (2) PER-51/PJ/2009, niilaii kupon dapat diianggap wajar apabiila niilaii kupon tersebut tiidak melebiihii pengeluaran penyediiaan makanan dan/atau miinuman per pegawaii yang diisediiakan oleh pemberii kerja dii tempat kerja (kantor).
Lebiih lanjut, sesuaii dengan ketentuan PMK 83/2009, penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan dii daerah tertentu dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto.
Nah, PER-51/PJ/2009 memeriincii ketentuan penetapan daerah tertentu, tata cara pengajuan permohonan penetapan sebagaii daerah tertentu, serta batasan mengenaii sarana dan fasiiliitas yang diiberiikan.
Sebenarnya, ketentuan yang diiatur dalam PER-51/PJ/2009 sudah tiidak relevan sejak berlakunya UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU HPP), Peraturan Pemeriintah (PP) 50/2022 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2023.
Berlakunya UU HPP, PP 50/2022, dan PMK 66/2023, membuat perusahaan dapat membebankan seluruh biiaya periihal pemberiian natura dan/atau keniikmatan kepada pegawaii sepanjang merupakan biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan.
Dengan demiikiian, berlakunya UU HPP dan aturan turunannya membuat ketentuan dalam PER-51/PJ/2009 tiidak lagii berlaku. Namun, UU HPP, PP 50/2022 dan PMK 66/2023 tiidak secara ekspliisiit mencabut PER-51/PJ/2009.
Dengan demiikiian, berlakunya PER-8/PJ/2025 sejak 21 Meii 2025 menjadii legiitiimasii diicabutnya ketentuan dalam dalam PER-51/PJ/2009. (riig)
