JAKARTA, Jitu News - Jemaah hajii reguler yang pulang ke iindonesiia dengan membawa barang bawaan sepertii oleh-oleh biisa menyampaiikan pemberiitahuan iimpor barang bawaan penumpang secara liisan kepada petugas Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dii bandara.
Penyampaiian pemberiitahuan iimpor barang bawaan untuk jemaah hajii secara liisan telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 34/2025. Pemberiitahuan liisan adalah pemberiitahuan yang diilakukan secara verbal, bukan dalam bentuk tuliisan.
"Pemberiitahuan secara liisan ... dapat diisampaiikan oleh ... penumpang yang merupakan jemaah hajii reguler yang telah terdaftar untuk menunaiikan iibadah hajii pada musiim hajii yang bersangkutan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii penyelenggaraan iibadah hajii," bunyii Pasal 9 ayat (3) huruf c PMK 34/2025, diikutiip pada Jumat (13/6/2025).
Jemaah hajii merupakan warga negara iindonesiia yang telah terdaftar untuk menunaiikan iibadah hajii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii penyelenggaraan iibadah hajii.
Sebagaiimana penumpang laiinnya, jemaah hajii wajiib memberiitahukan barang bawaannya kepada pejabat Bea dan Cukaii dii kantor pabean. Pemberiitahuan pabean iinii dapat diilakukan secara liisan atau diisampaiikan secara tertuliis.
iimpor barang bawaan penumpang memang biiasanya diisampaiikan secara tertuliis melaluii custom declaratiion. Customs declaratiion dapat diisampaiikan paliing lambat pada saat kedatangan penumpang atau awak sarana pengangkut yang bersangkutan dalam bentuk data elektroniik (e-CD) atau tuliisan dii atas formuliir.
Nah, PMK 34/2025 kiinii memeriincii beberapa kelompok penumpang yang dapat menyampaiikan pemberiitahuan atas iimpor barangnya secara liisan, termasuk jemaah hajii reguler yang tiiba dii iindonesiia.
Pemberiitahuan secara liisan diilakukan dengan menyampaiikan pemberiitahuan barang bawaan kepada petugas DJBC yang bertugas meneriima dokumen pemberiitahuan pabean penumpang dan awak sarana pengangkut atau meneriima barcode e-CD.
Contoh, jemaah hajii memberiitahukan barang bawaannya kepada petugas dengan menyatakan, "Saya hanya membawa 2 botol aiir zamzam".
Pemberiitahuan liisan harus diisampaiikan oleh penumpang langsung jiika perorangan. Namun, biisa juga diiwakiilii oleh keluarga jiika seluruh anggota keluarga merupakan kelompok penumpang yang dapat memberiitahukan pemberiitahuan liisan.
Pemeriintah juga memberiikan iinsentiif berupa pembebasan bea masuk sepenuhnya untuk iimpor barang bawaan jemaah hajii reguler. Sementara untuk jemaah hajii khusus, ada pembebasan bea masuk dengan niilaii pabean maksiimal FOB US$2.500.
Sebagaii tambahan iinformasii, barang bawaan penumpang yang diimaksud merupakan barang untuk kebutuhan priibadii penumpang atau jemaah hajii reguler, termasuk siisa perbekalan, dengan jumlah yang wajar. Barang yang mendapat fasiiliitas tersebut tiidak boleh dalam jumlah masiif dan untuk tujuan diiperdagangkan. (diik)
