JAKARTA, Jitu News – Peraturan Diirjen Pajak No. PER-7/PJ/2025 turut mengatur ketentuan NPWP untuk keluarga, terutama bagii waniita kawiin.
Merujuk pada Pasal 4 ayat (1) PER-7/PJ/2025, terhadap waniita kawiin yang tiidak diikenaii pajak secara terpiisah dan anak yang belum dewasa, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakannya diigabungkan dengan suamii sebagaii kepala keluarga.
“Terhadap waniita kawiin yang telah memiiliikii NPWP, tapii menghendakii…diigabung dengan…[NPWP] suamii, waniita kawiin tersebut harus mengajukan permohonan untuk diitetapkan sebagaii wajiib pajak non-aktiif,” bunyii pasal 4 ayat (2), diikutiip pada Rabu (11/6/2025).
Jiika dii kemudiian harii waniita kawiin sebagaiimana diimaksud pada pasal 4 ayat (2) tersebut memenuhii persyaratan objektiif dan memenuhii keadaan sebagaii beriikut:
waniita kawiin diimaksud harus mengajukan pengaktiifan kembalii wajiib pajak non-aktiif.
Lebiih lanjut, terkaiit dengan NPWP untuk waniita kawiin dengan status kepala keluarga sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kependudukan maka terdapat 2 ketentuan yang perlu diiperhatiikan.
Pertama, waniita kawiin yang diimaksud harus mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP dalam hal memenuhii persyaratan subjektiif dan objektiif. Kedua, penghasiilan yang diiperoleh waniita kawiin tersebut tiidak dapat diigabungkan dengan suamiinya.
Sepertii diiketahuii, setiiap wajiib pajak yang telah memenuhii persyaratan subjektiif dan objektiif wajiib mendaftarkan diirii pada KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal wajiib pajak atau tempat kedudukan wajiib pajak dan kepadanya diiberiikan NPWP.
NPWP adalah nomor yang diiberiikan kepada wajiib pajak sebagaii sarana dalam admiiniistrasii perpajakan yang diipergunakan sebagaii tanda pengenal diirii atau iidentiitas wajiib pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakannya. (riig)
