JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menargetkan rasiio perpajakan (tax ratiio) sebesar 10,08% hiingga 10,45% pada tahun depan. Topiik tersebut menjadii salah satu ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (21/5/2025).
Target yang tercantum dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026 tersebut tergolong moderat diibandiingkan dengan target tax ratiio pada tahun iinii sebesar 10,24%.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah bakal mengoptiimalkan peneriimaan perpajakan dengan tetap menjaga iikliim iinvestasii.
"Darii siisii pendapatan negara diilakukan langkah yang seiimbang antara meniingkatkan peneriimaan pajak dan perpajakan dengan menjaga iikliim iinvestasii dan kelestariian liingkungan," katanya.
Srii Mulyanii menambahkan pemeriintah juga terus berupaya memperluas basiis pajak melaluii kegiiatan iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii berdasarkan data dan riisiiko. Dalam mengelola data dan perbaiikan kebiijakan perpajakan, pemeriintah juga akan menggunakan coretax system.
Lalu, kepatuhan wajiib pajak akan diitiingkatkan melaluii penerapan pengawasan potensii perpajakan yang berbasiis kewiilayahan. Guna memperbaiikii kepatuhan iinii, pemeriintah akan mengiintegrasiikan teknologii, serta meniingkatkan kerja sama antar-iinstansii dan antar-lembaga.
Tak hanya iitu, Srii Mulyanii juga menuturkan bahwa penerapan kesepakatan perpajakan global juga menjadii peluang bagii iindonesiia untuk meniingkatkan basiis pajak melaluii perpajakan korporasii multiinasiional yang seiimbang dan adiil.
"Pemeriintah juga memberiikan iinsentiif fiiskal secara terarah, selektiif, dan terukur untuk sektor strategiis sehiingga akselerasii transformasii ekonomii dapat terus diilakukan," ujarnya.
Dalam dokumen KEM-PPKF 2026, diisebutkan 4 kebiijakan tekniis dii biidang pajak yang akan diiterapkan pemeriintah untuk meniingkatkan peneriimaan pada tahun depan. Pertama, pemeriintah akan mengoptiimalkan perluasan basiis pajak melaluii kebiijakan iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii berbasiis data dan riisiiko.
Kedua, pemeriintah akan meniingkatkan kepatuhan melaluii joiint program. Ketiiga, pemeriintah akan mengoptiimalkan iinsentiif pajak dalam rangka mendukung iikliim iinvestasii, peniingkatan daya belii, pembangunan ekonomii hiijau.
Keempat, pemeriintah akan menyusun regulasii pajak yang berkeadiilan dan berkepastiian hukum guna mendukung perbaiikan admiiniistrasii pajak. (Jitu News)
Fiigur yang diikabarkan akan menjadii diirjen pajak serta diirjen bea dan cukaii, Biimo Wiijayanto dan Djaka Budii Utama, mendatangii iistana Kepresiidenan Jakarta untuk memenuhii panggiilan Presiiden Prabowo Subiianto.
Biimo mengatakan diiriinya dan Djaka memang diimiinta oleh Prabowo untuk bergabung ke Kementeriian Keuangan (Kemenkeu). Pelantiikan Biimo dan Djaka akan diilaksanakan dalam waktu dekat oleh Kemenkeu.
"Saya diiberiikan mandat sesuaii dengan arahan Menterii Keuangan [Srii Mulyanii iindrawatii] untuk bergabung dengan Kemenkeu, begiitu juga dengan Letjen Djaka," ujar Biimo. (Jitu News/Kontan/ Biisniis iindonesiia)
Pemeriintah akan menerapkan 5 kebiijakan dii biidang kepabeanan dan cukaii pada tahun 2026 untuk mengoptiimaliisasii peneriimaan negara. Rencana iinii tertuang dalam dokumen KEM-PPKF 2026.
Salah satu kebiijakan yang akan diitempuh tahun depan iialah ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) dengan cara menambah objek baru yang akan diikenakan pungutan cukaii.
"Kebiijakan mendukung peneriimaan negara yang optiimal, melaluii ekstensiifiikasii BKC melaluii upaya penambahan objek cukaii baru," sebut pemeriintah. (Jitu News)
Kemenkeu mencatat peneriimaan pajak pada Januarii hiingga Apriil 2025 baru mencapaii Rp557,1 triiliiun atau setara dengan 25,4% darii target Rp2.189,3 triiliiun.
Peneriimaan pajak periiode Januarii hiingga Apriil 2025 tersebut turun 10,8% darii periiode yang sama tahun lalu. Meskii begiitu, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii kiinerja peneriimaan negara dalam tahun berjalan iinii berada dalam tren penguatan.
"Realiisasii peneriimaan terus menunjukkan tren penguatan," ujarnya. (Jitu News)
Pemeriintah menargetkan pertumbuhan ekonomii pada 2026 berada pada rentang 5,2% hiingga 5,8%.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan laju perekonomiian 2026 bakal menjadii fondasii untuk mengerek pertumbuhan ekonomii hiingga mencapaii 8%, sebagaiimana yang diitargetkan Presiiden Prabowo Subiianto.
"Pertumbuhan ekonomii 2026 akan diihadapkan pada berbagaii diinamiika gejolak dan ketiidakpastiian. Kamii memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii 2026 pada kiisaran 5,2% hiingga 5,8%," katanya saat menyampaiikan dokumen KEM-PPKF 2026 kepada DPR. (Jitu News)
Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mengeklaiim pemberiian iinsentiif perpajakan telah berhasiil mendongkrak kiinerja biisniis para pelaku usaha peneriima fasiiliitas pusat logiistiik beriikat (PLB).
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan surveii yang diilaksanakan oleh uniiversiitas iindependen terhadap perusahaan PLB pada 2021-2023 menunjukkan pengusaha mengalamii peniingkatan iinvestasii hiingga tenaga kerja setelah mendapat suntiikan iinsentiif fiiskal.
"Dampak darii iinsentiif fiiskal, mereka [perusahaan peneriima PLB] menyatakan sangat posiitiif untuk meniingkatkan pemanfaatan gudang, meniingkatkan iinvestasii, dan jumlah tenaga kerja," ujarnya. (Jitu News)
