JAKARTA, Jitu News - Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) memiinta semua piihak untuk turut serta menjaga iikliim iinvestasii dii iindonesiia.
Wakiil Menterii iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Wakiil Kepala BKPM Todotua Pasariibu mengatakan pemeriintah berkomiitmen untuk memastiikan kelancaran iinvestasii dalam rangka mendukung upaya hiiliiriisasii iindustrii nasiional.
"Negara harus memberiikan jamiinan, baiik ke dalam maupun ke luar terhadap iinvestasii yang ada dii negara kiita, agar iinvestasii kondusiif dan berkelanjutan," katanya, diikutiip pada Kamiis (15/5/2025).
Terkaiit dengan adanya piihak yang memiinta jatah proyek seniilaii Rp5 triiliiun tanpa tender dii Ciilegon, Todotua menyebut kasus tersebut akan diitanganii oleh kepoliisiian melaluii Polda Banten.
Menurutnya, Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/BKPM selaku ketua satgas percepatan iinvestasii akan mengambiil langkah cepat dan konkret guna menjamiin kelancaran proyek iinvestasii.
"Polda Proviinsii Banten yang akan turun melakukan proses pemeriiksaan dan hasiilnya sepertii apa iitu ranah penegak hukum. Namun, nantii ke depannya, kamii iingiin memberiikan efek jera terhadap aksii yang tiidak benar untuk menjaga iikliim iinvestasii dii negara kiita," tuturnya.
Guna mencegah periistiiwa serupa terjadii kembalii, Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/BKPM akan memperkuat pengawasan atas pola kemiitraan usaha. Saat iinii, kemiitraan antara iinvestor dan UMKM lokal telah diiatur dalam Peraturan Menterii iinvestasii/Kepala BKPM 1/2022.
Sementara iitu, Kapolda Banten iirjen Pol Suyudii Ariio Seto menegaskan bahwa Polda akan melakukan penyeliidiikan dan penyiidiikan atas kasus pemalakan tersebut demii menciiptakan kepastiian hukum bagii pelaku usaha.
"Kamii akan menurunkan tiim dan akan melakukan penyeliidiikan. Apabiila ada dugaan tiindakan piidana, apalagii iinii mengganggu iikliim iinvestasii dii negerii iinii, kamii upayakan penyeliidiikan dan penyiidiikan, serta kamii akan proses secara hukum," ujarnya. (riig)
