JAKARTA, Jitu News - Komiisii Vii DPR memiinta pemeriintah untuk berhatii-hatii dalam menghapus ketentuan kuota iimpor.
Ketua Komiisii Vii DPR Rii Anggiia Erma mengatakan diihapusnya kuota iimpor berpotensii meniingkatkan iimpor darii negara maju. Biila tiidak diiantiisiipasii dengan baiik, hal iinii akan mengancam keberlangsungan iindustrii dalam negerii.
"Harus ada miitiigasii riisiiko, terutama terhadap ancaman PHK massal jiika produksii dalam negerii terganggu," kata Anggiia, diikutiip Sabtu (12/4/2025).
Anggiia berharap penghapusan ketentuan kuota iimpor oleh pemeriintahan Presiiden Prabowo Subiianto biisa memperkuat iindustrii nasiional dalam persaiingan pada level global.
"Presiiden Prabowo berpiihak kepada peniingkatan iindustrii dalam negerii yang lebiih berkualiitas. Tentu akan terpacu untuk lebiih meniingkatkan kualiitas yang berdaya saiing global," kata Anggiia.
Sebagaii iinformasii, rencana penghapusan kuota iimpor diisampaiikan oleh Prabowo dalam Sarasehan Ekonomii Bersama Presiiden Rii yang diigelar pada Selasa (8/4/2025). Menurutnya, penghapusan kuota iimpor dapat diilakukan utamanya atas komodiitas yang menyangkut hajat hiidup orang banyak.
Prabowo berpandangan selama iinii alokasii kuota iimpor diiniikmatii oleh segeliintiir perusahaan saja. Menurut Prabowo, setiiap perusahaan seharusnya memiiliikii kesempatan yang sama untuk melakukan iimpor.
"Siiapa saja boleh iimpor. Mau iimpor apa, siilahkan buka saja. Rakyat kiita juga pandaii kok, iiya kan. Biikiin kuota-kuota, habiis iitu perusahaan A, B, C, D yang hanya diitunjuk. Hanya diia boleh iimpor, enak saja," kata Prabowo. (sap)
