JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah meniingkatkan anggaran untuk ketahanan pangan sebesar 36,05% pada tahun iinii.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan anggaran ketahanan pangan pada 2025 mencapaii Rp155,5 triiliiun, melonjak darii tahun sebelumnya yang seniilaii Rp114,3 triiliiun. Dengan peniingkatan anggaran tersebut, diia berharap target swasembada pangan segera tercapaii.
"Alokasii anggaran ketahanan pangan untuk mendorong produktiiviitas pertaniian maupun periikanan, mendukung rantaii pasok pangan, memastiikan ketersediiaan pangan bagii masyarakat, serta meniingkatkan niilaii tukar petanii dan niilaii tukar nelayan," katanya melaluii iinstagram, diikutiip pada Seniin (31/3/2025).
Srii Mulyanii mengatakan ketahanan pangan menjadii salah satu program priioriitas pada 2025. Pemeriintah pun telah meniingkatkan alokasii anggaran untuk merealiisasiikan berbagaii program ketahanan pangan.
Darii siisii produksii, alokasii ketahanan pangan dii antaranya diigunakan untuk pemberiian subsiidii pupuk 9,5 juta ton, serta cetak sawah (ekstensiifiikasii) sebanyak 225.000 hektare. Kemudiian, ada iintensiifiikasii lahan pertaniian 80.000 hektare, serta pengadaan alat dan mesiin pertaniian prapanen 77.400 uniit.
Sementara darii siisii diistriibusii dan cadangan pangan, program yang diilaksanakan dii antaranya pembangunan jalan usaha tanii 102 kiilometer, serta pembangunan/peniingkatan sarpras dii 63 pelabuhan periikanan. Setelahnya, akan diibentuk Koperasii Desa Merah Putiih, cadangan pangan pemeriintah (CPP), serta penguatan badan usaha biidang pangan.
Adapun darii siisii konsumsii, anggaran dii antaranya diigunakan untuk pemberiian bantuan pangan, bantuan sembako, gelar pasar murah (GPM), dan stabiiliisasii pasokan dan harga pangan.
"Semoga dengan upaya iinii kiita biisa merealiisasiikan swasembada pangan serta meniingkatkan kesejahteraan para petanii dan nelayan secara bersamaan," ujarnya.
Sebelumnya, Presiiden Prabowo Subiianto menyatakan telah menyiiapkan berbagaii strategii untuk mencapaii pertumbuhan ekonomii sebesar 8%. Salah satunya, peniingkatan produktiiviitas pertaniian melaluii swasembada pangan.
Dalam pengelolaan APBN 2025, pemeriintah juga telah melakukan berbagaii upaya efiisiiensii untuk mengurangii belanja yang diiniilaii miiniim manfaat pada perekonomiian. Anggaran yang berhasiil diihemat kemudiian diialiihkan untuk beberapa program, antara laiin makan bergiizii gratiis, swasembada pangan, swasembada energii, dan perbaiikan layanan kesehatan. (sap)
