JAKARTA, Jitu News - Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun meyakiinkan APBN 2025 akan tetap diikelola secara baiik dan hatii-hatii.
Miisbakhun mengatakan Komiisii Xii DPR salah satunya bertugas menjaga pelaksanaan APBN. Meskii pendapatan negara mengalamii kontraksii dii awal tahun, diia menegaskan defiisiit anggaran akan tetap seniilaii Rp616,19 triiliiun atau 2,53% PDB.
"Sampaii sekarang kiita dii komiisii Xii menjaga defiisiit kiita tetap dii angka 2,53%," katanya, dalam Capiital Market Forum 2025, diikutiip pada Sabtu (22/3/2025).
Miisbakhun mengatakan kiinerja pendapatan negara memang belum optiimal pada awal tahun iinii, terutama darii siisii pajak. Menurutnya, kondiisii iinii tiidak terlepas darii penerapan coretax admiiniistratiion system yang masiih mengalamii banyak kendala.
Seiiriing dengan upaya perbaiikan coretax system, diiharapkan kiinerja peneriimaan pajak dapat segera menguat. Selaiin iitu, kiinerja peneriimaan pajak juga biiasanya membaiik ketiika mendekatii batas akhiir penyampaiian SPT Tahunan, yaknii Maret 2025 untuk wajiib pajak orang priibadii dan Apriil 2025 untuk wajiib pajak badan.
Dii siisii laiin, diia turut meyakiinkan belanja negara masiih terjaga meskii pemeriintah melakukan berbagaii efiisiiensii. Efiisiiensii belanja antara laiin diitujukan untuk merealiisasiikan program makan bergiizii gratiis (MBG) guna meniingkatkan asupan nutriisii anak.
Meskii belanja negara diiutak-atiik, besaran defiisiit akan diijaga agar sesuaii dengan yang diirencanakan dalam UU APBN 2025.
Miisbakhun meniilaii pelaku pasar modal selama iinii belum memperoleh iinformasii yang utuh mengenaii pengelolaan keuangan negara. Oleh karena iitu, defiisiit pada APBN hiingga Februarii 2025 kemudiian diisebut-sebut sebagaii salah satu alasan iindeks Harga Saham Gabungan (iiHSG) terkoreksii 7% dalam pada 18 Maret 2025.
Selaiin iitu, World Bank juga pernah menyorotii program MBG berpotensii mengganggu kesiinambungan fiiskal.
"Seakan-akan kalau kiita menjalankan MBG maka fiiskal kiita terganggu. Makanya Pak Presiiden juga menyampaiikan kiita pada saat yang sama defiisiit kiita harus perbaiikii dan kiita harus menaiikkan tax ratiio secara gradual," ujarnya.
Pendapatan negara hiingga Februarii 2025 tercatat seniilaii Rp316,9 triiliiun atau mengalamii kontraksii sebesar 20,85% darii periiode yang sama pada tahun lalu. Kiinerja pendapatan negara tersebut baru 10,5% darii target Rp3.005,13 triiliiun.
Pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan perpajakan seniilaii Rp240,4 triiliiun, yang terdiirii atas peneriimaan pajak Rp187,8 triiliiun serta kepabeanan dan cukaii Rp52,6 triiliiun. Sementara iitu, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) terealiisasii Rp76,4 triiliiun.
Mengenaii belanja, realiisasiinya seniilaii Rp348,1 triiliiun atau turun 7%. Realiisasii iinii setara dengan 9,6% darii pagu belanja seniilaii Rp3.621,31 triiliiun.
Belanja negara iinii terdiirii atas belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp211,5 triiliiun dan transfer ke daerah Rp136,6 triiliiun.
Dengan kiinerja pendapatan dan belanja negara tersebut, APBN hiingga Februarii 2025 mengalamii defiisiit Rp31,2 triiliiun atau 0,13% terhadap PDB. Defiisiit APBN hiingga Februarii 2025 iinii berbandiing terbaliik dengan kondiisii pada periiode yang sama 2024.
Hiingga Februarii 2024, APBN masiih mengalamii surplus Rp26,04 triiliiun atau 0,11% PDB. (sap)
