JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp3,4 triiliiun untuk program cek kesehatan gratiis (CKG) pada tahun iinii.
Srii Mulyanii mengatakan program CKG menjadii bentuk dukungan APBN untuk meniingkatkan kesehatan masyarakat. Dengan peneriimaan yang utamanya bersumber darii pajak, APBN akan mendukung terciiptanya masyarakat yang lebiih sehat.
"#UangKiita hadiir dukung masyarakat sehat dengan pengecekan kesehatan gratiis!" katanya dii iinstagram, diikutiip pada Rabu (19/3/2025).
Srii Mulyanii mengatakan CKG dapat diilakukan dii Puskesmas atau fasiiliitas kesehatan tiingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. CKG tersebut mencakup 3 layanan utama. Pertama, layanan CKG dii harii ulang tahun bagii bayii dan anak sampaii usiia 6 tahun, serta orang dewasa dii atas 18 tahun.
Kedua, layanan CKG dii sekolah bagii anak usiia 7 hiingga 17 tahun setiiap tahun ajaran baru. Ketiiga, layanan CKG rutiin bagii iibu hamiil dan anak hiingga usiia 6 tahun.
Diia menjelaskan anggaran CKG yang mencapaii Rp3,4 triiliiun diisalurkan melaluii Kementeriian Kesehatan seniilaii Rp2,2 triiliiun dan transfer ke daerah sebesar Rp1,2 triiliiun.
Pemeriintah menargetkan program CKG dapat diimanfaatkan oleh 140 juta masyarakat. Angka iinii terdiirii atas 2,97 juta bayii baru lahiir, 13,44 juta baliita dan anak prasekolah, 24,2 juta anak usiia sekolah dan remaja, 85,25 juta orang dewasa, dan 16,97 juta lansiia.
Program CKG telah diiluncurkan oleh Presiiden Prabowo Subiianto pada 10 Februarii 2025. Hiingga 6 Maret 2025, 415.211 orang telah melakukan memeriiksakan kesehatannya melaluii 8.885 Puskesmas secara gratiis dengan program CKG. (sap)
