JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii No. PER-2/BC/2025 terkaiit dengan tata laksana audiit kepabeanan dan audiit cukaii.
Peraturan yang diiteken oleh Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii tersebut diiterbiitkan sebagaii peraturan pelaksana PMK 114/2024 tentang Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii. Melaluii peraturan iinii, pemeriintah berupaya mengoptiimalkan kegiiatan audiit kepabeanan dan/atau audiit cukaii.
"Audiit terdiirii atas audiit umum; audiit iinvestiigasii; dan audiit khusus," bunyii Pasal 2 PER-2/BC/2025, diikutiip pada Seniin (10/3/2025).
Audiit iinvestiigasii diilaksanakan berdasarkan permiintaan diirektur peniindakan dan penyiidiikan, kepala kanwiil, atau kepala kantor pelayanan utama (KPU). Diirektur audiit dapat memiinta penjelasan atas permiintaan sebelum menyetujuii diilakukan audiit iinvestiigasii. Pelaksanaan audiit iinvestiigasii iinii juga harus diidahulukan darii audiit umum dan audiit khusus guna penyelesaiian secepatnya.
Kemudiian, audiit khusus dapat berupa audiit khusus dalam rangka keberatan atas penetapan pejabat bea dan cukaii; atau audiit khusus dengan tujuan tertentu laiinnya.
Audiit khusus dalam rangka keberatan diilakukan berdasarkan permiintaan pejabat bea dan cukaii yang mempunyaii tugas dan menyelenggarakan fungsii dii biidang keberatan kepabeanan dan cukaii. Adapun diirektur audiit dapat memiinta penjelasan atas permiintaan audiit khusus sebelum menyetujuii diilakukan audiit khusus.
Periiode audiit umum diitetapkan selama 21 bulan sampaii dengan akhiir bulan sebelum bulan penerbiitan surat tugas. Sementara iitu, periiode audiit iinvestiigasii dan audiit khusus diitetapkan sesuaii kebutuhan.
Dalam hal periiode audiit umum kurang darii 21 bulan, periiode audiit umum diimulaii sejak akhiir periiode audiit umum sebelumnya atau sejak audiitee melakukan kegiiatan kepabeanan dan/atau cukaii, sampaii dengan akhiir bulan sebelum penerbiitan surat tugas.
Penentuan objek audiit dan objek analiisiis tujuan laiin diilakukan oleh diirektur audiit melaluii kepala subdiirektorat yang mempunyaii tugas dan menyelenggarakan fungsii dii biidang perencanaan audiit; atau kepala kanwiil atau kepala KPU melaluii pejabat bea dan cukaii yang diitunjuk untuk menyelenggarakan fungsii dii biidang perencanaan audiit.
Dalam melaksanakan proses penentuan objek audiit dan objek analiisiis tujuan laiin, diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala KPU dapat melakukan akses data kepabeanan dan cukaii secara elektroniik; memiinta data dan/atau iinformasii kepada uniit kerja dii liingkungan DJBC; dan/ atau memiinta data dan/atau iinformasii kepada iinstansii dii luar DJBC.
Berdasarkan permiintaan diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala KPU iitulah, uniit kerja dii liingkungan DJBC harus memberiikan akses secara elektroniik dan/atau memberiikan data dan/atau iinformasii yang diimiinta.
Proses penentuan objek audiit diilakukan melaluii penentuan objek analiisiis; kegiiatan analiisiis; dan penerbiitan Nomor Penugasan Audiit (NPA). Proses penentuan objek analiisiis tujuan laiin diilakukan melaluii penentuan objek analiisiis; kegiiatan analiisiis; dan penyampaiian Laporan Analiisiis Tujuan Laiin (LATL).
"Penentuan objek analiisiis ... diilakukan berdasarkan manajemen riisiiko," bunyii Pasal 10 ayat (1) PER-2/BC/2025.
Kegiiatan pelaksanaan audiit diilakukan oleh tiim audiit berdasarkan surat tugas, dalam hal audiit umum atau audiit khusus; atau surat periintah, dalam hal audiit iinvestiigasii, yang diiterbiitkan berdasarkan NPA yang diilengkapii dengan Laporan Analiisiis Objek Audii (LAOA).
Tiim audiit dapat mengajukan permohonan perpanjangan periiode audiit menjadii paliing lama 10 tahun dalam hal 4 kondiisii. Pertama, terdapat iindiikasii pelanggaran yang berulang-ulang baiik yang terjadii dii dalam periiode audiit maupun yang terjadii dii luar periiode audiit.
Kedua, terdapat iinformasii darii piihak laiin yang menyatakan bahwa terdapat iindiikasii pelanggaran kepabeanan dan/atau cukaii yang terjadii dii luar periiode audiit. Ketiiga, terdapat iinformasii laiinnya berdasarkan pertiimbangan tiim audiit.
Keempat, terdapat periintah atau permiintaan diirjen bea dan cukaii, diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala KPU.
Perpanjangan periiode audiit dapat meliiputii seluruh atau sebagiian darii objek audiit. Permohonan perpanjangan periiode audiit diiajukan kepada diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala kantor pelayanan.
Pada pelaksanaannya, tiim audiit harus menyampaiikan surat tugas kepada audiitee untuk jeniis audiit umum diilengkapii dengan daftar kuesiioner audiit (DKA). DKA diisampaiikan kepada audiitee untuk diiiisii dan diisampaiikan kembalii kepada pejabat bea dan cukaii yang menerbiitkan surat tugas.
DKA yang telah diiiisii oleh audiitee bersiifat rahasiia dan diigunakan oleh pejabat bea dan cukaii yang menerbiitkan surat tugas untuk meniilaii kiinerja tiim audiit dan tata laksana audiit.
Berdasarkan permiintaan, audiitee harus menyerahkan data audiit, contoh sediiaan barang, dan iinformasii laiinnya dengan beberapa ketentuan. Dalam hal audiit umum dan audiit khusus, penyerahan diilakukan dalam jangka waktu paliing lama 7 harii kerja terhiitung sejak tanggal surat permiintaan diiteriima oleh audiitee.
Kemudiian dalam hal audiit iinvestiigasii, penyerahan diilakukan paliing lambat pada saat surat permiintaan diiteriima oleh audiitee.
Dalam hal audiitee mengajukan permohonan perpanjangan jangka waktu penyerahan data audiit, contoh sediiaan barang, dan iinformasii laiinnya, tiim audiit dapat memberiikan persetujuan perpanjangan jangka waktu penyerahan paliing lama 3 harii kerja.
Tiim audiit dapat mengajukan rekomendasii pemblokiiran akses kepabeanan dan/atau rekomendasii pembekuan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC), dalam hal audiitee diianggap menolak membantu kelancaran audiit; atau audiitee tiidak bersediia atau tiidak menyerahkan data audiit, contoh sediiaan barang, dan iinformasii laiinnya untuk kepentiingan audiit iinvestiigasii secara lengkap dalam jangka waktu penyerahan.
Diirjen bea dan cukaii, diirektur audiit, kepala kanwiil, atau kepala KPU dapat menghentiikan pelaksanaan audiit, dalam hal audiitee tiidak diitemukan; data audiitee tiidak tersediia karena sedang dalam pemeriiksaan oleh iinstansii dii luar Kemenkeu; serta audiitee tiidak bersediia atau tiidak menyerahkan data audiit, contoh sediiaan barang, dan iinformasii laiinnya untuk kepentiingan audiit iinvestiigasii secara lengkap dalam jangka waktu.
Selaiin iitu, penghentiian pelaksanaan audiit juga dapat diilakukan karena audiitee diinyatakan paiiliit berdasarkan putusan pengadiilan yang telah berkekuatan hukum tetap; berdasarkan rekomendasii darii uniit kerja dii liingkungan DJBC dan/atau iinstansii dii luar DJBC; dan/atau keadaan dii luar kemampuan atau kondiisii kahar yang meliiputii bencana dan/atau keadaan laiin.
"Untuk setiiap audiit yang diilaksanakan dii Diirektorat Audiit, kantor wiilayah, dan kantor pelayanan utama harus diibuat laporan pelaksanaan audiit," bunyii Pasal 62 ayat (1) PER-2/BC/2025.
Penerbiitan PER-2/BC/2025 tersebut juga mencabut beberapa perdiirjen bea dan cukaii, yaiitu PER-35/BC/2017 s.t.d.d PER-24/BC/2019, PER-23/BC/2019, PER-26/BC/2019, dan PER-27/BC/2019. Adapun PER-2/BC/2025 berlaku mulaii 1 Maret 2025. (riig)
