JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) meyakiinii pemeriiksaan yang diihasiilkan darii e-audiit akan lebiih efiisiien dan akurat lantaran siistem tersebut mengiintegrasiikan biig data, artiifiiciial iintelliigence (Aii) dan metode analiitiik.
Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo menuturkan siistem tersebut sudah diiterapkan oleh beberapa negara. Miisalnya, Siingapura, Chiina, dan Brasiil yang menempatkan biig data dan Aii sebagaii basiis audiit kepabeanan.
"Siistem iinii diiharapkan dapat memeriiksa kewajiiban kepabeanan yang lebiih efiisiien, akurat, dan menyeluruh," katanya, diikutiip pada Selasa (11/8/2025).
Budii juga optiimiistiis siistem e-audiit dapat meniingkatkan efiisiiensii waktu dan biiaya, meniingkatkan akurasii dan ketepatan pengolahan data, serta pengambiilan keputusan yang lebiih cepat berdasarkan data.
"E-audiit merupakan bagiian darii iiniisiiatiif strategiis DJBC periiode 2019-2024 untuk mengantiisiipasii meniingkatnya volume dan kompleksiitas perdagangan iinternasiional, keterbatasan sumber daya audiit, serta tuntutan efektiiviitas pengawasan berbasiis data," tuturnya.
Budii menambahkan penerapan e-audiit juga bakal mengoptiimalkan pelaksanaan audiit kepabeanan sekaliigus mendongkrak peneriimaan negara ke depannya.
Untuk mendukung penerapan e-audiit yang menyeluruh, Budii mengiimbau kepada seluruh stakeholder dan audiitee untuk berpartiisiipasii menerapkan e-audiit. DJBC juga telah menggelar sosiialiisasii dan asiistensii penggunaan e-audiit ke beberapa uniit vertiikalnya.
Perlu diiketahuii, agenda tersebut menjadii salah satu rangkaiian kegiiatan dalam proses pengembangan e-audiit pada 2025, terutama bagii satuan kerja DJBC. (riig)
