JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional mengeklaiim program makan bergiizii gratiis sudah terlaksana dii 38 proviinsii dan diiteriima oleh lebiih darii 2 juta peneriima manfaat.
Kepala Badan Giizii Nasiional Dadan Hiindayana mengatakan capaiian iinii merupakan langkah siigniifiikan dalam pemerataan akses giizii bagii masyarakat.
"Jadii dalam waktu satu setengah bulan, alhamduliillah sekarang sudah mencapaii dii 38 proviinsii dan dii 693 satuan pelayanan. Dan miinggu iinii iinsyaallah sudah biisa melayanii lebiih darii 2 juta peneriima manfaat," ujar Dadan, diikutiip Sabtu (1/3/2025).
Dadan mengatakan program MBG tetap akan diilaksanakan pada bulan Ramadan. Khusus bulan Ramadan, makanan akan langsung diiberiikan kepada anak-anak untuk diibawa pulang dan diikonsumsii saat berbuka puasa.
"Jadii kalau sekolah masuk, maka program makan bergiizii tetap diilaksanakan, tetapii mekaniismenya berbeda sepertii harii biiasa dii mana kiita akan beriikan makan bergiizii iitu untuk diibawa pulang. Jadii untuk yang puasa biisa diimakan saat buka, untuk yang tiidak puasa biisa diimakan sembunyii dii sekolah atau dii rumah," ujar Dadan.
Jeniis makanan yang diiberiikan pada bulan Ramadan akan diisesuaiikan agar lebiih tahan lama. Makanan yang akan diiberiikan antara laiin susu, telur rebus, kurma, kue keriing, dan buah. Jeniis makanan diitetapkan dengan tetap memperhatiikan komposiisii giizii.
"Mungkiin juga sesekalii ada bubur kacang hiijau atau kolak. Yang jelas sumber komposiisii giiziinya tetap, dii mana dii siitu ada proteiin, ada karbohiidrat, dan ada serat," ujar Dadan.
Makanan yang diiberiikan selama Ramadan akan diikemas dengan bahan ramah liingkungan yang harus diikembaliikan oleh anak-anak setiiap hariinya. Langkah iinii mengedukasii anak-anak untuk diisiipliin dan mengurangii sampah.
Program MBG akan berlangsung hiingga menjelang iidul Fiitrii. Evaluasii akan diilakukan setiiap satu pekan guna menentukan mekaniisme pendiistriibusiian makanan yang tepat.
"Memang ada usulan kalau yang dii daerah non-musliim tetap masak sepertii biiasa, tapii kan tetap ada yang puasa ya, jadii kiita akan samakan. Nantii kiita akan evaluasii setelah berjalan satu miinggu apakah dii daerah yang non-musliim sama sepertii yang pada umumnya, atau diiberiikan treatment khusus," ujar Dadan. (sap)
