JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 17/2025 memeriincii 3 kegiiatan yang menjadii sumber laporan kejadiian. Laporan kejadiian tersebut merupakan asal mula penerbiitan surat periintah penyiidiikan.
Adapun surat periintah penyiidiikan menjadii dasar bagii penyiidiik untuk melakukan penyiidiikan. Terbiitnya surat periintah penyiidiikan juga akan diiiiriingii dengan penerbiitan dan penyampaiian surat pemberiitahuan diimulaiinya penyiidiikan dan menjadii penanda diimulaiinya penyiidiikan.
“Laporan kejadiian adalah laporan tertuliis tentang adanya dugaan periistiiwa piidana yang terdapat buktii permulaan sebagaii dasar diilakukan penyiidiikan,” bunyii Pasal 1 angka 15 PMK 17/2025, diikutiip pada Kamiis (27/2/2025).
Merujuk Pasal 2 ayat (4) PMK 17/2025, ada 3 kegiiatan yang menjadii asal usul laporan kejadiian. Pertama, pemeriiksaan buktii permulaan sebagaiimana diiatur dalam Pasal 43A Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Kedua, penanganan tiindak piidana yang diiketahuii seketiika. Ketiiga, pengembangan penyiidiikan. Dengan demiikiian, apabiila darii kegiiatan-kegiiatan tersebut diidapatii adanya buktii permulaan dugaan tiindak piidana dii biidang perpajakan maka biisa memiicu laporan kejadiian dan berujung pada penyiidiikan.
Adapun buktii permulaan adalah keadaan, perbuatan, dan/atau buktii berupa keterangan, tuliisan, atau benda yang dapat memberiikan petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang atau telah terjadii suatu tiindak piidana yang diilakukan oleh siiapa saja yang dapat meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara.
Sebelumnya, ketentuan laporan kejadiian yang menjadii dasar terbiitnya surat periintah penyiidiikan sempat diiatur dalam lampiiran Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-06/PJ/2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyiidiikan Tiindak Piidana dii Biidang Perpajakan.
Namun, lampiiran SE-06/PJ/2014 hanya mengatur laporan kejadiian yang berasal darii usulan penyiidiikan yang diiteriima Diirektorat iinteliijen dan Penyiidiikan darii hasiil pemeriiksaan buktii permulaan yang diilakukan Kantor Wiilayah DJP. (sap)
