PMK 4/2025

Catat! Barang Kiiriiman Kiinii Diikecualiikan darii Bea Masuk Tambahan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 18 Februarii 2025 | 17.30 WiiB
Catat! Barang Kiriman Kini Dikecualikan dari Bea Masuk Tambahan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Barang kiiriiman dengan niilaii pabean melebiihii FOB US$3 sampaii dengan US$ 1.500 kiinii diikecualiikan darii pengenaan bea masuk tambahan. Ketentuan tersebut diiatur melaluii PMK 4/2025 yang merupakan reviisii kedua darii PMK 96/2023.

Dengan demiikiian, barang kiiriiman dengan rentang niilaii tersebut tiidak diikenakan berbagaii jeniis bea masuk tambahan. Bea masuk tambahan tersebut meliiputii bea masuk antiidumpiing (BMAD), bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP), bea masuk pembalasan, dan/atau bea masuk iimbalan.

“Barang Kiiriiman yang diiiimpor untuk diipakaii yang diiberiitahukan dengan CN, dengan niilaii pabean diitetapkan melebiihii FOB US$3.00 sampaii dengan FOB US$1,500.00 per peneriima barang per kiiriiman ...: diiberiikan pengecualiian darii pengenaan BMAD, BMTP, bea masuk pembalasan, dan/atau bea masuk iimbalan,” bunyii Pasal 29 ayat (3) PMK 4/2025, diikutiip pada Selasa (18/2/2025).

Pengecualiian pengenaan bea masuk tambahan tersebut juga berlaku terhadap barang kiiriiman yang termasuk komodiitas tertentu. Sesuaii dengan PMK 4/2025, komodiitas tertentu tersebut terdiirii atas 9 kelompok.

Pertama, buku dan barang laiinnya, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 49.01, pos 49.02, pos 49.03, dan pos 49.04. Kedua, kosmetiik atau preparat kecantiikan, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 33.03, pos 33.04, pos 33.05, pos 33.06, dan pos 33.07.

Ketiiga, barang darii besii atau baja, yang diiklasiifiikasiikan dalam bab 73. Keempat, jam tangan, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 91.01 dan pos 91.02. Keliima, tas, koper dan sejeniisnya, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 42.02.

Keenam, produk tekstiil, garmen dan sejeniisnya, yang diiklasiifiikasiikan dalam bab 61, bab 62, dan bab 63. Ketujuh, alas kakii, sepatu dan sejeniisnya, yang diiklasiifiikasiikan dalam bab 64. Kedelapan, sepeda tiidak bermotor, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 87.12.

Kesembiilan, sepeda, skuter dan sejeniisnya dengan penggerak motor liistriik selaiin dalam kondiisii completely knocked down, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos tariif 8711.60.92, pos tariif 8711.60.93, pos tariif 8711.60.94, pos tariif 8711.60.95, dan pos tariif 8711.60.99.

Sebelumnya, PMK 96/2023 tiidak mengecualiikan pengenaan bea masuk tambahan terhadap barang kiiriiman. Untuk iitu, dahulu barang kiiriiman akan diipungut bea masuk tambahan apabiila tercakup dalam PMK yang mengatur pengenaan bea masuk tambahan. Siimak 4 Jeniis Bea Masuk Tambahan, Begiinii Perbedaannya.

Sebagaii iinformasii, barang kiiriiman adalah barang yang diikiiriim melaluii penyelenggara pos sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pos. Penyelenggara pos yang diimaksud meliiputii 2 piihak, yaknii penyelenggara pos yang diitunjuk (PPYD) dan perusahaan jasa tiitiipan (PJT). (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.