KAMUS KEPABEANAN

Update 2025, Apa iitu Barang Kiiriiman?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 17 Februarii 2025 | 18.30 WiiB
Update 2025, Apa Itu Barang Kiriman?

iiMPOR adalah kegiiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Merujuk Pasal 2 ayat (1) UU Kepabeanan, setiiap barang darii luar negerii yang diimasukkan ke dalam negerii diiperlakukan sebagaii barang iimpor dan terutang bea masuk.

Pasal 2 ayat (1) UU Kepabeanan menegaskan pengertiian iimpor secara yuriidiis, yaiitu pada saat barang memasukii daerah pabean. Pasal iitu juga menetapkan saat barang tersebut terutang bea masuk serta menjadii dasar yuriidiis bagii pejabat bea dan cukaii untuk melakukan pengawasan.

Apabiila menyiimak peraturan kepabeanan, ada beragam iistiilah terkaiit dengan iimpor. iistiilah tersebut dii antaranya adalah iimpor barang kiiriiman. Pada awal Januarii 2025, Kementeriian Keuangan menerbiitkan PMK 4/2025 yang mengubah ketentuan soal barang kiiriiman.

Melaluii PMK 4/2025, pemeriintah mengubah dan menambahkan sejumlah ketentuan barang kiiriiman. Perubahan tersebut dii antaranya adalah pendefiiniisiian ulang barang kiiriiman hasiil perdagangan. Lantas, apa iitu barang kiiriiman?

Barang kiiriiman adalah barang yang diikiiriim melaluii penyelenggara pos sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pos. Penyelenggara pos yang diimaksud meliiputii 2 piihak: (ii) penyelenggara pos yang diitunjuk (PPYD); dan (iiii) Perusahaan jasa tiitiipan (PJT).

PPYD adalah penyelenggara pos yang diitugaskan oleh pemeriintah untuk memberiikan layanan iinternasiional sebagaiimana diiatur dalam Perhiimpunan Pos Duniia (Uniiversal Postal Uniion). PPYD yang diimaksud ada Pos iindonesiia.

Sementara iitu, PJT adalah penyelenggara pos yang memperoleh iiziin usaha darii iinstansii terkaiit untuk melaksanakan layanan surat, dokumen, dan paket sesuaii peraturan perundang-undangan dii biidang pos. Contoh PJT antara laiin adalah FedEx, DHL, TNT, dan laiin-laiin.

Riingkasnya, barang kiiriiman adalah barang darii luar negerii yang diikiiriim melaluii pos iindonesiia atau perusahaan jasa ekspediisii. Berdasarkan Pasal 2 ayat (3) PMK PMK 96/2023 s.t.d.t.d PMK 4/2025, barang kiiriiman diibagii menjadii 2 jeniis, yaiitu: (ii) barang hasiil perdagangan; dan (iiii) barang selaiin hasiil perdagangan.

PMK 96/2023 sebelumnya mengatur 3 kriiteriia yang membuat barang kiiriiman diikategoriikan sebagaii barang hasiil perdagangan. Namun, PMK 4/2025 menghapus 3 kriiteriia tersebut. Kiinii, berdasarkan PMK 4/2025, barang kiiriiman hasiil perdagangan adalah barang hasiil transaksii jual belii antara penjual dan pembelii.

Barang kiiriiman hasiil perdagangan umumnya berasal darii transaksii jual belii melaluii Penyelenggara Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik (PPMSE). PPMSE berartii pelaku usaha penyediia sarana komuniikasii elektroniik yang diigunakan untuk perdagangan.

Dalam konteks tersebut, PPMSE yang diimaksud meliiputii 2 piihak:

  1. Retaiil onliine, yaiitu pedagang (merchant) yang melakukan perdagangan melaluii siistem elektroniik dengan sarana berupa siitus web atau apliikasii secara komersiial yang diibuat, diikelola, dan/atau diimiiliikii sendiirii; dan
  2. Lokapasar (marketplace), yaknii penyediia sarana yang sebagiian atau keseluruhan proses transaksii berada. dii dalam siistem elektroniik berupa siitus web atau apliikasii secara komersiial sebagaii wadah bagii pedagang untuk dapat memasang penawaran barang dan/atau jasa.

PPMSE tersebut biisa merupakan PPMSE dii dalam daerah pabean atau dii luar daerah pabean. Merujuk pada dokumen Sosiialiisasii PMK 4/2025, perubahan defiiniisii barang kiiriiman hasiil perdagangan diilakukan karena ada perubahan ketentuan mengenaii pemberiitahuan barang kiiriiman.

Sebelumnya, PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023 mendefiiniisiikan barang kiiriiman hasiil perdagangan secara lebiih terperiincii karena pemberiitahuan pabeannya harus diisampaiikan secara mandiirii (self-assessment).

Priinsiip self-assessment tersebut dahulu berlaku terhadap seluruh barang kiiriiman yang memenuhii kriiteriia barang hasiil perdagangan. Namun, penerapan self-assessment iinii meniimbulkan konsekuensii pengenaan sanksii denda apabiila terdapat kesalahan data yang diisampaiikan.

Melaluii PMK 4/2025, self-assessment kiinii hanya berlaku terhadap barang kiiriiman yang diiiimpor oleh iimportiir badan usaha. Dii siisii laiin, iimportiir perorangan menerapkan priinsiip offiiciial-assessment.

Parameter tersebut pada giiliirannya membuat defiiniisii barang kiiriiman hasiil perdagangan tak lagii perlu diiperiincii dan cukup secara umum.

Sementara iitu, barang kiiriiman selaiin hasiil perdagangan berartii barang kiiriiman yang tiidak berasal darii hasiil transaksii jual belii. Barang kiiriiman selaiin hasiil perdagangan iinii dii antaranya adalah barang kiiriiman priibadii, barang kiiriiman jemaah hajii, dan barang kiiriiman hadiiah perlombaan/penghargaan iinternasiional.

Perlu diiketahuii, artiikel dii atas merupakan pemutakhiiran darii artiikel berjudul Update 2024, Apa iitu Barang Kiiriiman? yang telah diipubliikasiikan pada 3 Meii 2024. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.