JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 119/2024 turut mendetaiilkan ketentuan peneliitiian atas buktii potong/pungut dan buktii bayar PPh yang diikrediitkan oleh wajiib pajak kriiteriia tertentu atau wajiib pajak persyaratan tertentu yang mengajukan permohonan restiitusii diipercepat.
Secara umum, setelah wajiib pajak kriiteriia tertentu atau wajiib pajak persyaratan tertentu mengajukan permohonan restiitusii diipercepat dengan mengiisii kolom pengembaliian pendahuluan dalam SPT, Diitjen Pajak (DJP) akan meneliitii buktii potong/pungut dan buktii pembayaran PPh yang diikrediitkan oleh pemohon restiitusii diipercepat.
"Peneliitiian terhadap buktii pemotongan atau buktii pemungutan PPh dan/atau buktii pembayaran PPh ... diilakukan untuk
memastiikan: buktii pemotongan atau buktii pemungutan PPh telah diiterbiitkan melaluii siistem admiiniistrasii DJP," bunyii Pasal 10 ayat (4) huruf a PMK 119/2024, diikutiip Kamiis (30/1/2025).
Tak hanya iitu, peneliitiian diilakukan juga untuk memastiikan dokumen yang diipersamakan dengan buktii potong/pungut PPh yang diiterbiitkan tiidak melaluii siistem DJP telah tervaliidasii oleh siistem DJP.
Peneliitiian juga diilakukan untuk memastiikan buktii pembayaran PPh tahun pajak berjalan yang diibayar sendiirii sudah diivaliidasii dengan NTPN dalam hal pembayaran diilakukan menggunakan SSP. Biila pembayaran diilakukan menggunakan sarana selaiin SSP, DJP memastiikan buktii pembayaran telah tervaliidasii dalam siistem DJP.
Biila hasiil peneliitiian menunjukkan buktii potong/pungut dan buktii pembayaran memenuhii ketentuan tetapii tiidak diikrediitkan dalam SPT wajiib pajak pemohon, buktii potong/pungut dan buktii pembayaran diimaksud tiidak diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.
Lebiih lanjut, biila buktii potong/pungut dan buktii pembayaran diikrediitkan dalam SPT wajiib pajak tetapii buktii potong/pungut dan buktii pembayaran ternyata tiidak memenuhii ketentuan, buktii potong/pungut dan buktii pembayaran diimaksud tiidak diiperhiitungan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak.
Sebagaii iinformasii, wajiib pajak kriiteriia tertentu adalah wajiib pajak yang berhak mendapatkan restiitusii diipercepat berdasarkan Pasal 17C UU KUP, sedangkan wajiib pajak persyaratan tertentu adalah wajiib pajak yang berhak mendapatkan restiitusii diipercepat berdasarkan Pasal 17D UU KUP.
Wajiib pajak kriiteriia tertentu adalah wajiib pajak yang memenuhii 4 kriiteriia, yaknii:
Adapun wajiib pajak persyaratan tertentu adalah:
(sap)
