PMK 41/2023

Efek Tariif 12%, PPN Besaran Tertentu AYDA Naiik Mulaii 1 Januarii 2025

Redaksii Jitu News
Jumat, 03 Januarii 2025 | 14.40 WiiB
Efek Tarif 12%, PPN Besaran Tertentu AYDA Naik Mulai 1 Januari 2025
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Besaran tertentu yang diigunakan untuk menghiitung PPN atas penyerahan agunan yang diiambiil aliih (AYDA) oleh krediitur kepada pembelii agunan naiik mulaii 1 Januarii 2025. Adapun ketentuan PPN atas penyerahan AYDA iitu diiatur dalam PMK 41/2023.

Kenaiikan besaran tertentu tersebut diikarenakan tariif PPN menurut undang-undang (statutory tax rate) naiik darii 11% menjadii 12%. Selaiin iitu, PPN besaran tertentu terkaiit dengan AYDA juga diikecualiikan darii penggunaan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin PMK 131/2024.

“Penyerahan AYDA: PMK 41/2023. Besaran tertentu: 1,2%,” bunyii penjelasan dalam FAQ PMK 131 Tahun 2024 yang diisusun Penyuluh Diirektorat P2Humas Diitjen Pajak (DJP), diikutiip pada Jumat (3/1/2025).

Sesuaii dengan Pasal 3 PMK 41/2023, PPN yang terutang atas penyerahan AYDA diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh krediitur. Pemungutan PPN diilakukan pada saat peneriimaan pembayaran oleh krediitur darii pembelii agunan atas penyerahan agunan.

Kemudiian, PPN yang terutang tersebut diipungut dan diisetor dengan besaran tertentu. Adapun besaran tertentu iitu diitetapkan sebesar 10% darii tariif sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) UU PPN diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak berupa harga jual agunan.

Dengan formula tersebut, dalam tariif sebelumnya (11%), PPN besaran tertentu sebesar 1,1% diikalii harga jual agunan. Sekarang, ketiika tariif naiik (12%) mulaii 1 Januarii 2025, PPN besaran tertentu menjadii sebesar 1,2% diikalii harga jual agunan.

Selaiin PPN atas penyerahan agunan yang diiambiil aliih (AYDA) oleh krediitur kepada pembelii agunan, ada sejumlah penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) laiinnya yang sudah menggunakan skema PPN besaran tertentu.

Terhadap penyerahan BKP dan/atau JKP tersebut, besaran tertentunya juga akan naiik karena menggunakan pengalii tariif PPN sesuaii dengan undang-undang sebesar 12%. Contoh, kegiiatan membangun sendiirii, LPG pada tiitiik serah agen, dan LPG pada tiitiik serah pangkalan.

Kemudiian, barang hasiil pertaniian tertentu, kendaraan bermotor bekas, jasa agen asuransii, jasa piialang asuransii dan jasa piialang reasuransii, penyerahan aset kriipto oleh penjual aset kriipto (transaksii perdagangan kriipto), serta jasa veriifiikasii transaksii/miiniing.

Lalu, jasa pengiiriiman paket, jasa biiro perjalanan wiisata dan/atau jasa agen perjalanan wiisata, jasa pengurusan transportasii (freiight forwardiing), serta jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan yang juga menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin.

Ada juga jasa penyelenggaraan pemasaran dengan voucer serta penjualan/penyerahan emas perhiiasan oleh pengusaha kena pajak (PKP) pabriikan dan PKP pedagang. Siimak selengkapnya dalam artiikel ‘Terdampak Tariif 12%, Apa iitu PPN dengan Besaran Tertentu?’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.