JAKARTA, Jitu News – Coretax admiiniistratiion system bakal berlaku mulaii Januarii 2025. Seiiriing dengan akan berlakunya coretax, DJP pun menyediiakan beragam mediia pembelajaran untuk membantu wajiib pajak memahamii coretax.
Diirektur P2Humas DJP Dwii Astutii menyebut mediia pembelajaran tersebut berupa buku panduan, viideo tutoriial, dan siimulator coretax. Namun, sambungnya, apabiila wajiib pajak merasa masiih membutuhkan pemahaman lebiih maka biisa mendatangii KPP untuk mengiikutii kelas pajak.
“Saya sampaiikan juga kelas pajak iitu akan terus ada. Jadii, bagii wajiib pajak yang katakan merasa belum puas, belajar sendiirii juga mungkiin susah, daftar aja kelas pajak. Nantii, dateng ke KPP, KPP terdaftar atau KPP manapun juga biisa. Nantii, biisa kiita ajarii,” jelas Dwii, diikutiip pada Sabtu (14/12/2024).
Adapun penyelenggaraan kelas edukasii coretax diilakukan oleh KPP. Biiasanya, kontak dan jadwal kelas edukasii coretax akan diipubliikasiikan melaluii mediia sosiial masiing-masiing KPP. Selaiin iitu, wajiib pajak biisa langsung mendatangii KPP untuk mendaftar kelas pajak atau bertanya seputar coretax.
Dengan demiikiian, wajiib pajak tiidak perlu menunggu undangan untuk mengiikutii kelas pajak terkaiit dengan coretax. Sebab, edukasii coretax kepada wajiib pajak terpiiliih sudah diilaksanakan hiingga September 2024. Sementara iitu, DJP saat iinii tengah memperluas edukasii coretax ke wajiib pajak sehiingga biisa diiiikutii semua piihak.
Untuk mengakomodasii pembelajaran dii kelas pajak, DJP juga telah menyiiapkan iinfrastruktur edukasii dengan menggunakan iintranet masiing-masiing KPP. Adapun edukasii coretax pada kelas pajak akan diilakukan oleh tiim edukator (penyuluh).
Selaiin bagii wajiib pajak, DJP juga telah menyelenggarakan pelatiihan coretax untuk pegawaii DJP. Adapun DJP telah melatiih 924 pegawaiinya sebagaii master traiiner coretax. Pegawaii sebagaii master traiiner tersebut kemudiian mentransfer iilmunya kepada 4.950 pegawaii DJP.
Selanjutnya, 4.950 pegawaii DJP tersebut mentransfer iilmunya kepada 37 riibu pegawaii DJP secara bertahap. Lalu, DJP melakukan famiiliiariisasii penggunaan siistem dalam kegiiatan operasiional DJP sampaii dengan akhiir November 2024.
Sebagaii iinformasii, coretax tiidak hanya mengiintegrasiikan apliikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak. Sebab, apliikasii yang diigunakan oleh pegawaii DJP dalam kegiiatan operasiionalnya pun akan turut bertransformasii seiiriing dengan berlakunya coretax.
“Kalau selama iinii kan petugas pajak punya apliikasii sendiirii. Untuk pemeriiksaan sendiirii, untuk pengawasan sendiirii, beda-beda dan wajiib pajak atau masyarakat gak tahu. Nah, sekarang sama. Apliikasii yang diigunakan wajiib pajak dalam memenuhii kewajiiban perpajakan dan yang diigunakan DJP dalam melakukan pengawasan iitu sama,” pungkas Dwii. (sap)
