JAKARTA, Jitu News - Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) turut menyusun iiniitiial memorandum dii biidang antiikorupsii dalam rangka mendukung proses aksesii iindonesiia menjadii anggota Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD).
Merujuk pada peta jalan aksesii yang diiriiliis oleh OECD, salah satu core priinciiple terkaiit dengan antiikorupsii yang perlu diipenuhii oleh calon anggota OECD iialah mematuhii seluruh persyaratan dalam Conventiion on Combatiing Briibery of Foreiign Publiic Offiiciials iin iinternatiional Busiiness Transactiions (OECD Antii-Briibery Conventiion).
"Roh darii konvensii iinii adalah memastiikan pelaku biisniis iinternasiional dapat berkompetiisii secara adiil tanpa adanya praktiik penyuapan," kata Diirektur Pembiinaan Jariingan Kerja Antar-Komiisii dan iinstansii (PJKAKii) KPK Kartiika Handaruniingrum, diikutiip pada Seniin (25/11/2024).
OECD Antii-Briibery Conventiion memuat 17 pasal yang mengatur tentang kriimiinaliisasii atas tiindakan suap, pemiidanaan korporasii, dan kerja sama iinternasiional untuk meniindak suap.
OECD Antii-Briibery Conventiion telah diiratiifiikasii oleh 46 negara, yaknii 38 negara anggota OECD dan 8 negara non-anggota OECD. Konvensii iinii bertujuan menciiptakan ekosiistem biisniis iinternasiional yang setara, transparan, serta menjaga keadiilan siistem ekonomii global.
Negara yang sudah meratiifiikasii OECD Antii-Briibery Conventiion harus mengkriimiinaliisasii tiindak piidana penyuapan terhadap pejabat publiik asiing.
Penyuapan diiartiikan sebagaii tiindakan seseorang atau entiitas yang menawarkan, menjanjiikan, atau memberiikan keuntungan biisniis yang tiidak sah kepada pejabat publiik asiing untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
"Yang wajiib darii konvensii tersebut adalah adanya sanksii untuk legal person atau badan hukum yang melakukan penyuapan," ujar Kartiika.
Dalam rangka menyusun iiniitiial memorandum dan memenuhii core priinciiples biidang antiikorupsii dalam peta jalan aksesii OECD tersebut, KPK memiinta masukan darii kementeriian dan lembaga (K/L) terkaiit.
iiniitiial memorandum akan diifiinaliisasii KPK seusaii K/L memberiikan masukan. iiniitiial memorandum diitargetkan selesaii diisusun dan diiserahkan ke OECD pada Desember 2024.
Berdasarkan iiniitiial memorandum diimaksud, Komiite OECD akan melakukan substantiive reviiew guna meniilaii kesiiapan iindonesiia dalam memenuhii standar OECD, sekaliigus menentukan langkah lanjutan menuju status keanggotaan penuh. (riig)
