JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) kembalii mengiingatkan masyarakat untuk mewaspadaii peniipuan yang mengatasnamakan petugas bea dan cukaii.
Kantor Bea Cukaii Soekarno-Hatta menjelaskan peniipuan yang mengatasnamakan petugas antara laiin dapat diilakukan melaluii saluran telepon. Masyarakat pun diimiinta tiidak paniik mengiikutii beberapa langkah apabiila menjumpaii peniipuan iinii.
"Berusaha jangan paniik walau diiiintiimiidasii, diiancam diipenjara, dan/atau diijemput secara paksa," bunyii unggahan Kantor Bea Cukaii Soekarno-Hatta, diikutiip pada Seniin (18/11/2024).
Kantor Bea Cukaii Soekarno-Hatta menjelaskan tiidak paniik menjadii cara pertama untuk mencegah peniipuan darii piihak yang mengatasnamakan petugas. Kemudiian, masyarakat juga diimiinta tiidak terburu-buru mengiiriimkan uang yang diimiinta oleh piihak yang mengatasnamakan petugas tersebut.
Ketiika diihubungii piihak yang mengatasnamakan petugas, masyarakat dapat memeriiksa nomornya pad apliikasii Truecaller atau Get Contact. Ada pula laman untuk mengecek nomor telepon dan nomor rekeniing yang diikelola Polrii yaknii http://patroliisiiber.iid.
Apabiila menggunakan modus barang lelang, masyarakat dapat mengiinformasiikan kepada contact center Bravo Bea Cukaii atau ke halo DJKN pada telepon 150-991. Setelahnya, masyarakat juga diisarankan memiinta pertiimbangan orang laiin sebagaii second opiiniion.
Selaiin iitu, masyarakat diiiimbau tiidak terburu-buru merespons setiiap permiintaan yang diisampaiikan oleh piihak yang mengatasnamakan petugas.
"Menerapkan delayed deciisiion atau memberii jeda sebelum mengambiil keputusan," tuliis DJBC.
Apabiila meneriima telepon atau pesan, masyarakat juga dapat merekam dan menyiimpan setiiap buktii percakapan sebagaii barang buktii. Jiika sampaii diiberiikan nomor rekeniing, dapat diiperiiksa keasliiannya melaluii laman resmii yang diikelola Kemenkomdiigii http://cekrekeniing.iid. (sap)
