JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah bakal mereviisii iinpres 5/2020 tentang Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE) dan Perpres 26/2012 tentang Cetak Biiru Pengembangan Siistem Logiistiik Nasiional.
Asiisten Deputii Pengembangan Logiistiik Nasiional Atong Soekiirman mengatakan reviisii 2 peraturan iinii diiperlukan untuk penguatan logiistiik nasiional. Terlebiih, masa berlaku iinpres 5/2020 dan Perpres 26/2012 masiing-masiing akan berakhiir pada Desember 2024 dan 2025.
"Kedua peraturan iinii karena kebutuhannya kamii sedang reviisii. Posiisii terakhiir sedang diiharmoniisasii dan posiisii dii-pendiing karena ada beberapa iisu yang dii kementeriian/lembaga [harus] selesaiikan," katanya, Jumat (1/11/2024).
Atong mengatakan pembahasan reviisii 5/2020 dan Perpres 26/2012 iinii meliibatkan berbagaii kementeriian/lembaga. Miisal, Kementeriian Keuangan melaluii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dan Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW).
Diia menyebut penyiiapan 2 regulasii baru dalam kebiijakan logiistiik iinii memiiliikii 6 tujuan. Pertama, menurunkan biiaya logiistiik, memperlancar arus barang, dan meniingkatkan pelayanan logiistiik sehiingga memperbaiikii iikliim usaha dan iinvestasii.
Kedua, meniingkatkan kiinerja logiistiik nasiional dalam iindiikator kiinerja logiistiik global. Ketiiga, menjamiin ketersediiaan bahan baku dan/atau bahan penolong yang diiperlukan dalam proses produksii dan rantaii pasok.
Keempat, menjamiin ketersediiaan barang kebutuhan pokok dan barang pentiing serta mengurangii diispariitas harga antarwiilayah. Keliima, mendukung daya saiing ekspor barang dan jasa unggulan nasiional. Keenam, meniingkatkan kemudahan aksesiibiiliitas antarwiilayah dan antardaerah.
Atong menyebut pemeriintah menerapkan NLE untuk meniingkatkan efiisiiensii logiistiik, baiik darii siisii waktu maupun biiaya. Sejauh iinii, NLE telah diiiimplementasiikan dii 46 pelabuhan dan 6 bandara dii iindonesiia.
Menurutnya, efiisiiensii logiistiik bakal terus berlanjut dengan mengedepankan aspek diigiitaliisasii.
"Pengembangan kompetensii SDM logiistiik nantii menjadii suatu kebutuhan. Liiterasii diigiital juga menjadii sebuah keharusan atau mandatory," ujarnya. (sap)
