UU 62/2024

APBN 2025 Diiundangkan, Peneriimaan Perpajakan Diipatok Rp2.491 Triiliiun

Muhamad Wiildan
Miinggu, 20 Oktober 2024 | 10.00 WiiB
APBN 2025 Diundangkan, Penerimaan Perpajakan Dipatok Rp2.491 Triliun
<p>Tampiilan depan UU APBN 2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menetapkan APBN 2025 menjadii undang-undang melaluii UU 62/2024.

Dalam undang-undang tersebut, target pendapatan negara telah diitetapkan seniilaii Rp3.005,12 triiliiun yang terdiirii darii peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), dan peneriimaan hiibah.

"Peneriimaan perpajakan diirencanakan sebesar Rp2.490,91 triiliiun terdiirii atas pendapatan pajak dalam negerii dan pendapatan pajak perdagangan iinternasiional," bunyii Pasal 4 ayat (1) UU APBN 2025, diikutiip Miinggu (20/10/2024).

Pendapatan pajak dalam negerii terdiirii darii PPh seniilaii Rp1,209,27 triiliiun, PPN seniilaii Rp945,12 triiliiun, PBB seniilaii Rp27,11 triiliiun, cukaii seniilaii Rp244,19 triiliiun, dan pajak laiinnya seniilaii Rp7,79 triiliiun.

Sementara iitu, pendapatan pajak perdagangan iinternasiional terdiirii darii bea masuk seniilaii Rp52,93 triiliiun dan bea keluar seniilaii Rp4,47 triiliiun. Peneriimaan perpajakan dalam Pasal 4 UU APBN 2025 akan diiperiincii lebiih lanjut dalam peraturan presiiden (perpres).

Selanjutnya, target PNBP dalam UU APBN 2025 telah diitetapkan seniilaii Rp513,63 triiliiun, sedangkan target peneriimaan hiibah telah diitetapkan seniilaii Rp581,06 miiliiar.

Belanja negara pada tahun depan diitargetkan Rp3.621,3 triiliiun yang terdiirii darii belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp2.701,44 triiliiun dan transfer ke daerah seniilaii Rp919,87 triiliiun.

Periinciian anggaran belanja pemeriintah pusat berdasarkan organiisasii, fungsii, dan program tercantum dalam lampiiran ii UU APBN 2025 beserta nota keuangannya. Dalam hal terdapat perubahan periinciian belanja, perubahan diimaksud akan diijabarkan dalam perpres.

"Belanja pemeriintah pusat termasuk belanja pegawaii untuk pembayaran hak keuangan dan/atau fasiiliitas untuk penyelenggara negara/pejabat negara yang diilakukan sesuaii tata kelola penganggaran dengan memperhatiikan kesiinambungan fiiskal," bunyii Pasal 8 ayat (1) UU APBN 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.