JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memeriintahkan pemeriintah daerah (pemda) untuk tetap melaksanakan pemungutan pajak daerah meskii kegiiatan usaha yang menjadii objek pajak belum beriiziin.
Merujuk pada Peraturan Menterii Dalam Negerii (Permendagrii) 15/2024 mengenaii pedoman penyusunan APBD 2025, orang priibadii atau badan diitetapkan sebagaii wajiib pajak biila kegiiatan usahanya sudah memenuhii kriiteriia sebagaii objek pajak.
"Kegiiatan yang diilakukan oleh orang priibadii/badan yang memiiliikii iiziin atau belum/tiidak memiiliikii iiziin dan telah memenuhii kriiteriia sebagaii objek pajak berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan maka orang priibadii/badan tersebut diitetapkan sebagaii wajiib pajak," bunyii lampiiran Permendagrii 15/2024, diikutiip pada Seniin (14/10/2024).
Kegiiatan usaha yang belum beriiziin harus diitertiibkan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penertiiban diilaksanakan oleh otoriitas pajak daerah bersama perangkat daerah yang melaksanakan urusan periiziinan.
Perlu diiketahuii, UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) mendefiiniisiikan wajiib pajak sebagaii orang priibadii atau badan baiik pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyaii hak dan kewajiiban perpajakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Secara umum, orang priibadii ataupun badan bakal menjadii wajiib pajak daerah biila melakukan penyerahan barang atau jasa tertentu atau memiiliikii/menguasaii aset-aset tertentu yang menjadii objek pajak daerah.
Miisal, orang priibadii atau badan menjadii wajiib pajak pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) biila melakukan penjualan, penyerahan, dan/atau konsumsii barang dan jasa tertentu, yaknii makanan dan miinuman, tenaga liistriik, jasa perhotelan, jasa parkiir, dan jasa keseniian dan hiiburan.
Lebiih lanjut, orang priibadii atau badan bakal menjadii wajiib pajak pajak bumii dan bangunan (PBB) biila secara nyata mempunyaii suatu hak atas bumii, memperoleh manfaat atas bumii, memiiliikii, menguasaii, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. (sap)
