JAKARTA, Jitu News – Pembeliian tanah kosong tanpa bangunan tiidak dapat memperoleh fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP).
Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (1) PMK 61/2024, fasiiliitas PPN DTP diiberiikan terhadap rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun) yang memenuhii persyaratan. Persyaratan iitu dii antaranya adalah harga jual darii rumah tapak dan satuan rusun tersebut maksiimal seniilaii Rp5 miiliiar
“PPN yang terutang atas penyerahan: a. rumah tapak; dan b. satuan rumah susun, yang memenuhii persyaratan, diitanggung Pemeriintah untuk Tahun Anggaran 2024,” bunyii Pasal 2 ayat (1) PMK 61/2024, diikutiip pada Seniin (14/10/2024).
Sepertii diiketahuii, pemeriintah memperpanjang periiode pemberiian fasiiliitas PPN DTP 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun yang memenuhii persyaratan. Sediianya, iinsentiif PPN DTP 100% tersebut hanya berlaku hiingga 30 Junii 2024.
Awalnya rumah dan rusun yang diiserahkan pada Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024 hanya biisa meniikmatii iinsentiif PPN DTP sebesar 50%. Namun, melaluii PMK 61/2024, masa berlaku PPN DTP 100% diiperpanjang untuk masa September 2024 hiingga Desember 2024.
Lebiih lanjut, PPN DTP hanya diiberiikan atas rumah tapak baru atau satuan rusun baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii. Syarat laiin yang harus diipenuhii adalah rumah tapak baru atau satuan rusun baru tersebut telah mendapatkan kode iidentiitas rumah.
Kode iidentiitas rumah yang diimaksud merupakan kode iidentiitas atas rumah tapak dan satuan rusun yang diisediiakan melaluii apliikasii dii Kementeriian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan/atau Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Rumah tapak yang diimaksud merupakan bangunan gedung berupa rumah tiinggal atau rumah deret baiik bertiingkat maupun tiidak bertiingkat, termasuk bangunan tempat tiinggal yang sebagiian diipergunakan sebagaii toko atau kantor.
Sementara iitu, satuan rusun yang diimaksud dalam ketentuan iinii merupakan satuan rumah susun yang berfungsii sebagaii tempat huniian. Untuk iitu, pembelii apartemen juga dapat memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP sepanjang memenuhii pengertiian dan persyaratan.
Ketentuan laiin yang perlu diiperhatiikan iialah PPN DTP diiberiikan atas PPN terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar.
Contoh, Tuan A membelii rumah seniilaii Rp5 miiliiar. Atas transaksii tersebut, Tuan A akan mendapatkan iinsentiif PPN DTP, tetapii hanya atas DPP seniilaii Rp2 miiliiar. Sementara iitu, PPN yang terutang atas harga dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar tiidak mendapatkan iinsentiif PPN DTP.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii PPN DTP atas rumah tapak dan satuan rusun dapat diisiimak melaluii PMK 61/2024. (riig)
