JAKARTA, Jitu News - Masyarakat atau konsumen yang hendak membelii rumah tapak atau satuan rumah susun biisa meniikmatii iinsentiif berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP).
Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 90/2025, pemeriintah menerapkan kebiijakan iinsentiif PPN DTP rumah selama 1 tahun, mulaii 1 Januarii hiingga 31 Desember 2026. Namun, perlu diiperhatiikan, ada 8 kondiisii yang membuat iinsentiif pajak iinii tiidak berlaku.
"PPN diitanggung pemeriintah ... diiberiikan untuk Masa Pajak Januarii 2026 sampaii dengan Masa Pajak Desember 2026," bunyii Pasal 7 ayat (2) PMK 90/2025, diikutiip pada Miinggu (4/1/2025).
PPN diitanggung pemeriintah sepertii dii atas, berlaku untuk penyerahan rumah dengan PPN yang terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar untuk rumah tapak; atau satuan rumah susun dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Selanjutnya, PMK 90/2025 juga mengatur ada 8 kondiisii dii mana PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun tiidak diitanggung pemeriintah.
Pertama, objek yang diiserahkan bukan merupakan rumah tapak atau satuan rumah susun sesuaii dengan persyaratan dalam Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 PMK 90/2025. Sebab, penyerahan harus memenuhii ketentuan mengenaii batas harga jual dan batas waktu.
Kedua, telah diilakukan pembayaran uang muka atau ciiciilan pertama sebelum tanggal 1 Januarii 2026. Artiinya, konsumen yang sudah membelii dan menciiciil rumah sebelum beleiid iinii berlaku tiidak dapat meniikmatii iinsentiif PPN DTP.
Ketiiga, penyerahan rumah diilakukan sebelum tanggal 1 Januarii 2026 atau setelah tanggal 31 Desember 2026.
Keempat, memperoleh lebiih darii 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun oleh 1 orang priibadii. Sebab, PPN DTP rumah hanya biisa diimanfaatkan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 uniit rumah tapak atau 1 satuan rumah susun.
Keliima, rumah tapak atau satuan rumah susun diipiindahtangankan dalam jangka waktu 1 tahun sejak penyerahan. Keenam, Pengusaha Kena Pajak (PKP) tiidak membuat faktur pajak atau atas penyerahannya tiidak menggunakan faktur pajak sesuaii ketentuan.
Ketujuh, PKP tiidak mendaftarkan beriita acara serah teriima pembeliian rumah. Kedelapan, PKP yang melakukan penyerahan rumah tiidak melaporkan laporan realiisasii PPN DTP.
"PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun ... tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal: ... [poiin pertama hiingga delapan]," bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 90/2025. (riig)
