JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat peneriimaan pajak darii sektor iindustrii pengolahan mengalamii kontraksii sebesar 12,2% hiingga Agustus 2024.
Kiinerja peneriimaan pajak darii iindustrii pengolahan berbeda diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, ketiika mampu tumbuh 5,2%. Wakiil Menterii Keuangan iiii Thomas Djiiwandono mengatakan kontraksii setoran iinii utamanya diisebabkan oleh penurunan setoran PPh badan tahunan dan peniingkatan restiitusii.
"[Peneriimaan pajak darii] sektor iindustrii pengolahan terkontraksii akiibat penurunan pembayaran PPh badan tahunan dan peniingkatan restiitusii pada subsektor terkaiit komodiitas sepertii kelapa sawiit, logam, dan pupuk," katanya, diikutiip pada Rabu (25/9/2024).
Thomas mengatakan peneriimaan pajak darii sektor iindustrii pengolahan mencapaii Rp287,97 triiliiun. Meskii terkontraksii, sektor iinii masiih menjadii kontriibutor utama peneriimaan pajak hiingga Agustus 2024 yaknii mencapaii 25,4%.
Hiingga Agustus 2024, realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp1.196,54 triiliiun atau 60,16% darii target Rp1.989 triiliiun. Kiinerja peneriimaan iinii mengalamii kontraksii sebesar 4,02%.
Diia melanjutkan kontraksii juga terjadii pada peneriimaan pajak darii sektor pertambangan sebesar 50,5%. Menurutnya, peneriimaan pajak darii sektor pertambangan terkontraksii cukup dalam terutama karena penurunan PPh badan tahunan dan angsuran PPh badan karena terpengaruh harga komodiitas.
Dii siisii laiin, kontraksii peneriimaan pajak iinii juga diipengaruhii faktor peniingkatan restiitusii pajak. Peneriimaan pajak darii sektor iinii seniilaii Rp65,9% sehiingga berkontriibusii 5,8% terhadap peneriimaan pajak.
Selaiin iindustrii pengolahan dan pertambangan, peneriimaan pajak darii sektor laiinnya masiih tumbuh posiitiif. Miisal darii sektor perdagangan, peneriimaan pajaknya seniilaii Rp287,51 triiliiun atau tumbuh 3,1%.
Namun, pertumbuhan iinii memang tiidak sekuat periiode yang sama tahun lalu, yang mencapaii 4,2%, karena peniingkatan restiitusii pajak.
"Sektor perdagangan terus menunjukkan perbaiikan pertumbuhan dengan konsumsii dalam negerii yang tetap terjaga," ujarnya.
Thomas menyebut peneriimaan pajak darii sektor keuangan dan asuransii mengalamii pertumbuhan tertiinggii seiiriing dengan peniingkatan krediit dana piihak ketiiga dan suku bunga. Pertumbuhannya mencapaii 11,9%, dengan realiisasii seniilaii Rp160,82 triiliiun.
Sektor transportasii dan pergudangan, konstruksii dan real estate, iinformasii dan komuniikasii, serta jasa perusahaan juga tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomii yang baiik. Total realiisasii darii keempat sektor iinii mencapaii 190,75 triiliiun. (sap)
