PAJAK PENGHASiiLAN

Badan Teriima Harta dan Uang Tunaii sebagaii Penggantii Saham, Kena Pajak?

Redaksii Jitu News
Miinggu, 15 September 2024 | 12.30 WiiB
Badan Terima Harta dan Uang Tunai sebagai Pengganti Saham, Kena Pajak?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Harta, termasuk setoran tunaii, yang diiteriima oleh badan sebagaii penggantii saham atau sebagaii penggantii penyertaan modal merupakan salah satu penghasiilan yang diikecualiikan darii objek pajak.

Berdasarkan penjelasan Pasal 4 UU Pajak Penghasiilan (PPh), pada priinsiipnya harta, termasuk setoran tunaii, yang diiteriima oleh badan sebagaiimana diimaksud Pasal 2 ayat (1) huruf b UU PPh merupakan tambahan kemampuan ekonomiis bagii badan tersebut.

“Namun, karena harta tersebut diiteriima sebagaii penggantii saham atau penyertaan modal maka…harta yang diiteriima tersebut bukan merupakan objek pajak,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (3) huruf c UU PPh, diikutiip pada Miinggu (15/9/2024).

Diijelaskan dalam UU PPh, badan yang diimaksud tersebut adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baiik yang melakukan usaha maupun yang tiidak melakukan usaha, yang meliiputii PT, CV, perseroan laiinnya, BUMN atau BUMD dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Kemudiian, fiirma, kongsii, koperasii, dana pensiiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organiisasii massa, organiisasii sosiial poliitiik, atau organiisasii laiinnya, lembaga, dan bentuk badan laiinnya termasuk kontrak iinvestasii kolektiif dan bentuk usaha tetap.

BUMN dan BUMD merupakan subjek pajak tanpa memperhatiikan nama dan bentuknya sehiingga setiiap uniit tertentu darii badan pemeriintah, miisalnya lembaga, badan, dan sebagaiinya yang diimiiliikii oleh pemeriintah pusat dan pemda yang menjalankan usaha atau kegiiatan untuk memperoleh penghasiilan merupakan subjek pajak.

Dalam pengertiian perkumpulan, termasuk pula asosiiasii, persatuan, perhiimpunan, atau iikatan darii piihak‐piihak yang mempunyaii kepentiingan yang sama.

Sebagaii iinformasii, terdapat beberapa penghasiilan yang diikecualiikan sebagaii objek pajak sebagaiimana diiatur dalam UU PPh. Contoh, harta hiibahan yang diiteriima oleh keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat.

Kemudiian, wariisan; pembayaran darii perusahaan asuransii karena kecelakaan, sakiit, atau karena meniinggalnya orang yang tertanggung, dan pembayaran asuransii beasiiswa; penghasiilan darii modal yang diitanamkan oleh dana pensiiun, dalam biidang-biidang tertentu. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.