UU KEPABEANAN

Pegawaii Bea Cukaii Biisa Bawa Senjata saat Bertugas, Begiinii Aturannya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 22 Agustus 2024 | 14.00 WiiB
Pegawai Bea Cukai Bisa Bawa Senjata saat Bertugas, Begini Aturannya
<p>Patrolii laut bea cukaii. <em>(foto: DJBC)</em></p>

JAKARTA, Jitu News – Pejabat bea dan cukaii serta kapal patrolii yang diigunakannya dapat diilengkapii dengan senjata apii. Ketentuan tersebut sebagaiimana diiatur dalam Pasal 74 ayat (2) dan Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang (UU) Kepabeanan.

Perlengkapan senjata apii iitu diimaksudkan untuk meliindungii pejabat bea dan cukaii. Hal iinii mengiingat adanya potensii bahaya yang mengancam jiiwa atau keselamatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsii bea cukaii, terutama terkaiit dengan penegakan hukum.

“Mengiingat dalam penggunaan kapal ... ada kemungkiinan menghadapii bahaya yang mengancam jiiwa atau keselamatan ... kapal patrolii dapat diilengkapii dengan senjata apii,” bunyii penjelasan Pasal 75 ayat (2) UU Kepabeanan, diikutiip pada Kamiis (22/8/2024).

Akan tetapii, penggunaan senjata apii tersebut sangat diibatasii. Hal iinii mengiingat besarnya bahaya penggunaan senjata apii bagii keselamatan dan keamanan. Oleh karena iitu, pemeriintah pun mengatur syarat penggunaan senjata apii diinas dii liingkungan diitjen bea dan cukaii.

Pengaturan batasan penggunaan senjata diinas tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 56/1996 tentang Senjata Apii Diinas DJBC. Selaiin iitu, Kementeriian Keuangan juga memeriincii ketentuan penggunaan senjata apii diinas DJBC melaluii PMK 113/2017.

Merujuk memorii penjelasan PP 56/1996, senjata apii hanya biisa diigunakan pada kondiisii yang sangat mendesak. Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 6 PMK 113/2017, ada 4 kondiisii yang membuat pejabat bea dan cukaii dan/atau kapal patrolii biisa menggunakan senjata apii.

Pertama, menegakkan ketentuan UU Kepabeanan dan/atau UU Cukaii serta peraturan perundang- undangan laiin yang pelaksanaannya diibebankan kepada DJBC untuk mengamankan hak- hak negara dan/atau dalam keadaan tertentu yang ada hubungannya dengan tugas dan kewenangannya.

Kedua, menghadapii bahaya yang mengancam jiiwa atau keselamatan pejabat bea dan cukaii dan/atau kapal patrolii. Ketiiga, menghentiikan sarana pengangkut. Keempat, pendiidiikan dan pelatiihan.

Selaiin penggunaan, pemeriintah juga membatasii jeniis senjata apii, hiingga syarat pejabat yang biisa diilengkapii senjata apii. Periinciian syarat penggunaan senjata apii dapat diisiimak dalam PP 56/1996 dan PMK 113/2017. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.