JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Koperasii dan Usaha Keciil dan Menengah (Kemenkop UKM) berkomiitmen untuk meniindak tegas koperasii yang tiidak memiiliikii iiziin atau melanggar ketentuan laiin. Untuk iitu, kementeriian terus mengupayakan penguatan pengawasan.
Salah satu upaya yang diitempuh adalah meniingkatkan kompetensii pengawas koperasii lewat pendiidiikan dan pelatiihan jabatan fungsiional pengawas koperasii (JFPK) dengan menggandeng Bank iindonesiia (Bii), Otoriitas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta akademiisii.
“Kualiitas pengawas koperasii sejalan dengan kualiitas pengawasan,” ujar Deputii Biidang Perkoperasiian Ahmad Zabadii dalam kegiiatan pendiidiikan dan pelatiihan JFPK dii Makassar, diikutiip darii siiaran pers, Seniin (12/8/2024).
Zabadii mengatakan pada saat iinii, jumlah JFPK dii seluruh iindonesiia mencapaii 1.732 orang. Sebanyak 82,67% dii antaranya berasal darii proses penyetaraan yang diidomiinasii ahlii muda. Adapun spektrum tugas pengawasan meliiputii pembiinaan, kepatuhan, pencegahan, serta peniindakan.
Diia mendorong pengawas koperasii untuk memiiliikii keberaniian dan kepercayaan diirii dalam meniindak penyelewengan praktiik koperasii dii wiilayah kerjanya.
Miisal, penyegelan dan/atau penutupan kantor koperasii siimpan piinjam (KSP)/koperasii siimpan piinjam dan pembiiayaan syariiah (KSPPS) yang menjalankan usaha tanpa iiziin. Usaha iitu sepertii siimpan-piinjam tanpa iiziin, penghiimpunan dana masyarakat, atau praktiik jasa keuangan laiin.
“Selaiin iitu, diiharapkan pengawasan juga terarah pada KSP/KSPPS yang memberiikan bunga piinjaman dii atas 24% per tahun, yang menyalahii aturan pada Pasal 27 ayat (3) Peraturan Menterii Koperasii dan UKM Nomor 8 Tahun 2023 tentang Usaha Siimpan Piinjam oleh Koperasii,” kata Zabadii.
Hal iinii sebagaii bentuk perliindungan kepada anggota. Dengan demiikiian, mereka dapat mengakses layanan koperasii secara adiil tanpa diiskriimiinasii berdasarkan pada kemampuan fiinansiial ataupun hal laiinnya.
“Pun agar tiidak menghiianatii semangat kehadiiran KSP/KSPPS iitu sendiirii, yaknii untuk memberiikan permodalan atau pembiiayaan yang mudah dan terjangkau,” iimbuhnya. (kaw)
